Diusung Golkar Jadi Wakil Bupati Ende, Domi Mere Tidak Berkomentar

sedang berkonsentrasi pada tugas menangani percepatan tracing, testing dan treatment terkait Covid-19.  

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
drg. Domi Minggu Mere, Ketua Tim 3T 

Diusung Golkar Jadi Wakil Bupati Ende, Domi Mere Tidak Berkomentar

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Nama drg. Dominikus Minggu Mere disebut akan mengisi jabatan Wakil Bupati Ende yang lowong sejak satu setengah tahun silam. 

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT itu diajukan oleh Partai Golkar untuk mendampingi Bupati H Djafar Achmad hingga 2024. Selain nama Domi Mere, Golkar sebagai partai pengusung juga mengajukan nama Hery Wadhi untuk posisi tersebut. 

Kursi Wakil Bupati Ende itu  kosong sejak H. Djafar Achmad dilantik menjadi Bupati Ende oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Minggu, 8 September 2019. 

H. Djafar Achmad yang sebelumnya merupakan Wakil Bupati Ende itu diangkat setelah Bupati Ende Marsel YW. Petu meninggal dunia di Kupang pada Minggu, 26 Mei 2019, hanya berselang 49 hari sejak mereka dilantik sebagai pasangan bupati - wakil bupati.

drg. Domi Mere tidak memberi komentar ketika dimintai tanggapan terkait hal itu. Kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (20/2), ia menyebut sedang berkonsentrasi pada tugas menangani percepatan tracing, testing dan treatment terkait Covid-19.  

"Saya tidak mau berkomentar itu (ditunjuk sebagai salah satu calon Wakil Bupati Ende), lagi konsentrasi di tim 3T," ujarnya melalui sambungan telepon. 

Terpisah, Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut dua nama yang didorong Golkar untuk mendampingi Bupati H Djafar Achmad. Nama tersebut merupakan hasil masukan kepada struktur partai Golkar.

"Golkar tidak hanya memikirkan kepentingan partai Golkar sehingga untuk memenuhi semua masukan kepada struktur partai Golkar di kabupaten Ende, Provinsi NTT dan DPP Partai Golkar maka telah dihasilkan 2 nama, Heri Wadhi dan Domi Mere," ujar Melki Laka Lena melalui sambungan telepon. 

Saat ini, Golkar sedang melakukan komunikasi dengan partai koalisi secara paralel dan bertingkat. Termasuk komunikasi dengan Bupati H Djafar Achmad. Karenanya Melki Laka Lena berharap agar segera disepakati keputusan bersama.

"Pimpinan DPD II Partai Golkar lagi berkomunikasi dengan pimpinan DPD parpol koalisi dan Pak Jafar. Pimpinan DPD Partai Golkar Provinsi juga komunikasi dengan parpol koalisi di provinsi dan nanti DPP Partai Golkar komunikasi dengan DPP parpol koalisi lainnya. Semua jalan paralel sehingga hasil musyawarah setiap tingkatan bisa segera ada keputusan," pungkasnya. 

Membaca Agenda Politik di Balik Kasak-kasuk Kursi Wakil Bupati Ende, Ada Dua Nama yang Mencuat

Banjir Melanda  Oebelo & Tanah Merah, Warga : Pemerintah Perhatikan Tangani Penyebab Utama Banjir i

Untuk diketahui, dalam Pilkada 2018 lalu, paket Marsel - Djafar tersebut mendapat dukungan 7 partai dengan total 21 dari 30 kursi di dewan. Golkar dengan 4 kursi, PDIP dengan 4 kursi, Nasdem dengan 4 kursi, Demokrat dengan 3 kursi, PKB dengan 3 kursi, PKS dengan 2 kursi dan PKPI 1 kursi. Marsel YW Petu sendiri merupakan Ketua DPC Golkar Kabupaten Ende sementara Djafar Achmad merupakan pengusaha. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved