Breaking News:

Salam Pos Kupang

Membangun Kabupaten Kita

PEMERINTAH di beberapa kabupaten di Provinsi NTT kini siap memulai babak baru kepemimpinan

Membangun Kabupaten Kita
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PEMERINTAH di beberapa kabupaten di Provinsi NTT kini siap memulai babak baru kepemimpinan. Dari 22 kabupaten/kota terdapat sembilan kabupaten yang baru usai melakukan suksesi kepemimpinan pada bulan Desember 2020.

Kabupaten-kabupaten itu, yakni Sumba Timur, Sumba Barat, Sabu Raijua, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Malaka, Timor Tengah Utara dan Belu.

Sesuai agenda, pelantikan bupati dan wakil bupati periode 2021-2026 terlaksana pada 17 Februari 2021. Namun, diundur hingga 26 Februari 2021 dengan berbagai pertimbangan. Satu di antaranya, yakni ada empat kabupaten yang masih mengikuti sidang sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) RI di Jakarta.

Korem 161/Wira Sakti ikut Rakornis TMMD ke 110 TA 2021 secara Virtual

Dari empat kabupaten itu, MK menolak permohonan gugatan perselisihan yang diajukan calon Bupati Manggara Barat, Maria Geong dan wakilnya, Silverius Sukur. Dengan penolakan itu otomatis pada tanggal 26 Februari nanti akan dilantik Edistasius Endi dan Yulianus Weng sebagai pemenang Pilkada.

Sedangkan sengketa Pilkada Malaka, Belu dan Sumba Barat masih terus berlanjut dengan materi sidang berikutnya, yakni sidang pokok perkara. Kita berharap sidang di MK ini segera usai agar tidak menjadi alasan terhambatnya tahap-tahap Pilkada selanjutnya.

Saluran Irigasi Bendung Wae Mokel Kanan II Jebol Diterjang Banjir Bandang, Ini Dampaknya

Yang ingin kita garaisbawahi bahwa pemerintahan yang baru diharapkan segera mengeksekusi program kerjanya. Para bupati dan wakilnya yang baru itu mulai melakukan gebrakan pembangunan. Tentu dengan aksentuasi atau tekanan pada aspek-aspek tertentu. Intinya bahwa pembangunan itu dapat memberi dampak kesejahteraan bagi masyarakat setelah sekitar enam bulan tak berjalan dengan maksimal.

Kemandekan pembangunan itu semata karena semua calon dan masyarakat sibuk melakukan kampanye untuk memenangkan Pilkada itu. Tugas mereka memang tak ringan, yakni membenahi kembali psikologi masyarakat yang terpisah, terpecah dan terdikotomi karena pilihan politik Pilkada. Pekerjaan ini memang tak gampang.
Butuh kepamongan, keteladanan dan jika boleh membuang berbagai perasaan yang berkecamuk di dada. Perasaan telah disakiti, disolimi dan entah apalagi.

Sebab dalam praktik, kita menyaksikan betapa perbedaaan itu seakan tak pernah berakhir bahkan hingga putaran lima tahun mendatang.

Idealnya, bupati dan wakil yang baru tetap dengan jiwa yang besar menyatukan kembali masyarakat yang terpecah dan terkotak-kotak itu.

Mengajak kembali semua komponen masyarakat untuk sama-sama membangun kabupaten merupakan pekerjaan kemanusiaan yang levelnya sangat tinggi. Mengapa karena tugas ini tak ringan. Hanya bupati dan wakil serta tim sukseslah diharapkan tidak lagi menyuramkan atau memburamkan situasi.

Sebaliknya, menyatukan kembali masyarakat agar pembangunan berjalan lebih komplit, melibatkan semua masyarakat.

Barangkali kita boleh mengadopsi cara berpolitik presiden kita, Bapak Jokowi yang "memanggil" semua pihak untuk bersatu kembali. Bahkan rival-rivalnya ia kabinetkan. Pak Prabowo dan Sandiaga Uno sebagai contoh nyata betapa kenegarawanan Pak Jokowi muncul di sini.

Memang di era ini kita membutuhkan sikap-sikap seperti ini. Sebab kita tengah menghadapi isu global pandemic Covid-19 yang entah sampai kapan berakhir. Kita patut bersama-sama memeranginya.

Lupakan politik sektarian yang kerap memecah belah kita tiada henti. Mari kita membangun "rumah" kabupaten kita dengan pikiran yang jernih, rasional dan tetap mengedepankan kebersamaan sebagai kekuatan dasar tiada dua. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved