Breaking News:

Saluran Irigasi Bendung Wae Mokel Kanan II Jebol Diterjang Banjir Bandang, Ini Dampaknya

Bangunan saluran irigasi Bendung Wae Mokel Kanan II jebol diterjang banjir bandang, ini dampaknya

POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Saluran irigasi Bendung Wae Mokel Kanan II terlihat jebol. 

Bangunan saluran irigasi Bendung Wae Mokel Kanan II jebol diterjang banjir bandang, ini dampaknya

POS-KUPANG.COM | BORONG - Sebagian besar sawah milik para petani di wilayah Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur tepatnya di areal persawahan Wunas, Desa Mokel tidak terairi irigasi meski sedang musim hujan.

Diperkirakan sekitar 320 hektar lahan pertanian di areal persawahan Wunas terancam mengering dan para petani terancam gagal panen.

109 Pasien Covid-19 di Sumba Timur Masih Dalam Perawatan

Hal ini disebabkan karena bangunan saluran irigasi yang berpusat dari Bendung Wae Mokel Kanan II di Sungai Wae Mokel telah rusak parah dihantam banjir bandang beberapa waktu lalu.

Mulia Donan (29) petani asal Desa Mokel kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (19/2/2921) mengaku resah karena padi di areal persawahannya mulai mengering akibat ketiadaan pasokan air dari saluran irigasi itu.

Kasus Positif Covid-19 di Nagekeo Bertambah Lima, Ini Hasil Rilis Satgas

"Saat ini kami hanya bisa mengandalkan air hujan, tetapi itu sangat tidak menjamin karna curah hujan belakangan ini sudah mulai berkurang. Kami sekarang mulai resah akibat ketiadan air yang mengairi persawahan kami,"ungkap Donan.

Donan mengatakan, sampai saat ini, kerusakan saluran irigasi tersebut belum ditanggapi dengan serius oleh pihak Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam hal ini tnstansi terkait yang menangani langsung masalah ini.

"Pak satu-satunya penyambung hidup kami dari hasil pertanian ya itu hasil dari panen padi sawah. Ya, namanya juga petani pasti sangat membutuhkan hasil yang baik. Kalau saluran irigasi ini tidak segera diperbaiki oleh pihak yang berwajip maka padi sawah kami akan kering dan kami akan mengalami kerugian besar akibat gagal panen,"harap Donan.

Dikatakan Donan, selama ini mereka berusaha untuk memperbaiki secara swadaya kerusakan pada saluran irigasi itu, namun tetap gagal. Karena kerusakan saluran irigasi itu cukup panjang dan dalam.

Donan juga mengatakan, terkait kerusakan itu ia juga sudah menemui Yeremias Nggongga selaku Operasi Pemeliharaan (OP) bendungan Wae Mokel Kanan II. Dan yang disampaikan oleh Yeremias bahwa ia sudah ke lokasi kerusakan untuk foto dan hasil fotonya sudah dikirim ke pihak yang berwajib di Provinsi namun realisasinya tunggu dari Provinsi NTT.

Donan juga mengatakan, menurut penyampaian Yeremias, bukan hanya saluran irigasi di bendungan Wae Mokel tetapi banyak sekali kerusakan saluran irigasi bendungan yang ditangani langsung oleh Provinsi jebol akibat diterjang banjir.

Donan berharap, semoga kerusakan ini segera ditanggapi secepatnya oleh pihak Provinsi dalam hal ini oleh Instansi terkait agar sawah milik para petani bisa diairi kembali dan tidak sepenuhnya bergantung pada air hujan yang datangnya tidak menentu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved