Manggarai Timur Terapkan USBD Tahun 2021 Untuk 7 Mata Pelajaran
Kabupaten Manggarai Timur masuk sebagai salah satu kabupaten Sekolah Penggerak dari 5 kabupaten di Provinsi NTT Tahun 2021
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM | BORONG---Kabupaten Manggarai Timur masuk sebagai salah satu kabupaten Sekolah Penggerak dari 5 kabupaten di Provinsi NTT Tahun 2021.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH.,M.Hum, dalam sambutanya saat membuka kegiatan sosialiasi Program Kabupaten Sekolah Penggerak 2021 Bagi Guru SMP se-Kecamatan Rana Mese, mengatakan, sejak pelantikan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pelbagai terobosan dalam meningkatkan kinerja pendidikan terus dilakukan.
Kementerian Pendidikan menginisiasi Kebijakan Merdeka Belajar yang hingga saat ini sudah mencapai episode tujuh.
• Bupati Don Serahkan 2 Unit Kapal Penangkapan Ikan kepada Kelompok Nelayan di Podenura
Pada episode tujuh yang disebut Program Sekolah Penggerak, Kemendikbud akan menyeleksi para kepala sekolah untuk kemudian memimpin sekolahnya menjadi sekolah penggerak di daerahnya masing-masing.
Dikatakan Bupati Agas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak sebagai program prioritas pada tahun 2021. Karena itu diharapkan untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan kedua program tersebut.
• Meski Jennifer Jill Bergelimang Harta, Ajun Perwira Tetap Kerja sebagaiKepala Keluarga,Ini Alasannya
Menurut Bupati Agas, salah satu kunci suksesnya Program Sekolah Penggerak adalah kepemimpinan di tingkat sekolah. Sebagaimana yang selalu disampaikan Mendikbud, para kepala sekolah mesti menjadi pemimpin pembelajar.
Bupati Agas juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, menyambut baik dan memberikan apresiasi kegiatan Sosialisasi Program Sekolah Penggerak. Ini menjadi langkah awal yang baik bagi semua pihak terutama Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan untuk mempersiapkan diri mengambil bagian dalam program ini.
Lebih Lanjut Bupati Agas juga mengatakan, dalam rangka merenspons program Digitalisasi Sekolah yang sedang dijalankan Kemendikbud, pada tahun ini Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan SMP menginisiasi Ujian Sekolah Berbasis Digital (USBD) secara kolektif.
"Sebagai sebuah inisiatif baru, saya menyambut baik USBD ini. Saya memberikan apresiasi kepada Bidang SMP yang telah mempersiapkannya dengan baik, untuk itulah pada kesempatan ini saya secara resmi me-launching Ujian Sekolah Berbasis Digital tingkat SMP di Kabupaten Manggarai Timur,"ungkap Bupati Agas.
Kepala Dinas PPO Kabupaten Manggarai Timur, Drs Basilius Teto, mengatakan, pada tahun ini Kabupaten Manggarai Timur ditetapkan sebagai salah satu dari lima kabupaten di NTT yang akan melaksanakan Program Sekolah Penggerak. Pendaftaran Program Sekolah Penggerak telah dibuka sejak 1 Februari 2021 dan akan ditutup pada 6 Maret 2021.
Sebagai bentuk dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Kata Basilius, Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Timur telah memerintahkan seluruh kepala satuan pendidikan mulai PAUD, SD dan SMP untuk secara proaktif mendaftar agar sekolahnya bisa mengambil bagian dalam program Sekolah Penggerak 2021.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas PPO Kabupaten Matim, Vinsensius Tala, S.Pd, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (19/2/2021) menambahkan, ide-ide cemerlang harus diwacanakan oleh Pemda melalui Dinas PPO untuk menghasilkan hal-hal yang luar biasa, hal ini didukung dengan program-program yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan RI salah satunya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Untuk AKM, pihaknya sudah melakukan sosialiasi di 30 titik di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
Karena itu, kata Vinsensius, Kabupaten Manggarai Timur ditunjuk sebagai salah satu Kabupaten Sekolah Penggerak dari 5 Kabupaten di Provinsi NTT.
Vinsensius juga mengatakan, keuntungan dari Program Sekolah Penggerak itu yakni Pertama tahun ini semua biaya ditanggung oleh Pemerintah Pusat. Kedua, pihaknya didorong untuk 100 guru dan sekolah disetiap jenjang mulai dari TK/PAUD, SD dan SMP jika ini berhasil maka akan mendapat bantuan dana sebesar Rp 20 miliar perjenjang untuk peningkatan kualitas guru.
Vinsensius juga mengatakan, salah satu wujud dari tantangan itu, pada tahun 2021 Kabupaten Manggarai Timur akan menyelenggarakan ujian sekolah berbasis digital (USBD) untuk 7 mata pelajaran yakni matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, dan Agama. Karena itu portalnya sudah dilanching oleh Bupati Manggarai Timur.
Tindak lanjut dari itu, Pihaknya menyelenggarakan Bimtek untuk penyusunan soal dari guru-guru mata pelajaran yang sudah dilakukan seleksi. Setiap mata pelajaran dari 7 mata pelajaran diambil 2-3 orang guru.
"setelah mereka susun soal ini dikirim ke website untuk diverikasi kemudian diperbaiki lagi lalu akan diseleksi soal yang terbaik. Polanya adalah full online dan tidak menggunakan server,"jelas Vinsensius.
Kepala Bidang (Kabid) PTK Dinas PPO Kabupaten Manggarai Timur, Bruno Ismail, M.Pd, juga menambahkan, kegiatan sosialiasi Program Sekolah Penggerak itu, dimana pihaknya mendorong sekolah untuk memanfaatkan sekejul pendaftaran sebagai Sekolah Penggerak 2021 yang didaftar oleh Kepala Sekolah melalui website SIM-PKB.
Selain itu Pelaunchingan USBD itu, kata Bruno, pihak memanfaatkan sesuai dengan edaran Kemendikbud bahwa ujian sekolah diserahkan ke sekolah, namun ada ketentuan agar sekolah wajib melaksanakan KBM dengan Daring atau Luring, karena itu mengacu pada USBD pada Tahun 2020 kemarin, Manggarai Timur sudah mencapai 85 persen secara sukses melaksanakan secara full online.
Bruno juga mengatakan, penyusun soal USBD ini hadir dari MKKS-MKKS yang terbaik dengan total sebanyak 19 orang guru dengan harapan ini bisa berjalan sesuai sekejul yang dibuat.
"Kegiatan ini tidak berbanding lurus dengan penentuan kelulusan, tetap kelulusan ada di sekolah. Tetapi setidaknya kita mendapatkan gambaran anak-anak kita siswa kelas 3 SMP berada pada posisi mana menyerap ilmu pengetahuan yang diajarkan,"pungkas Bruno.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)