ANEH, Museum Bung Karno Dibantu Rp 40 Miliar Didiamkan, Tapi Rp 9 M Untuk Museum SBY-ANI Diributkan
"Ini sangat menyakiti hati rakyat, mengkhianati amanat penderitaan rakyat apalagi di masa pandemi Covid-19 di mana rakyat sedang kesusahan,” kata Deni
Apalagi kalau kita lihat bentuk Museum SBY seperti istana mewah, yang menjauh dari realita hidup rakyat,” tegas politisi muda alumnus Universitas Airlangga itu.
Namun, pernyataan politisi PDI Perjuangan tersebut langsung mendapat tanggapan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim Sri Subiati.
Sri Subiati menyatakan heran atas pernyataan Deni Wicaksono tersebut.
"Dimana salahnya? Sebab, ini tujuannya jelas. Demi mengangkat perekonomian Pacitan dengan menciptakan sebuah destinasi wisata baru berskala nasional,” kata perempuan yang akrab disapa Anti ini.
Anti lantas menyindir anggaran daerah yang digunakan untuk pembangunan Museum Bunga Karno di Blitar.
Untuk diketahui, pemugaran museum Bung Karno di Blitar menelan anggaran Rp 40 miliar.
"Pemugaran museum Bung Karno di Blitar dan Museum SBY-Ani di Pacitan sama-sama dapat bantuan keuangan dari pemerintah.
Justru anggaran pemugaran museum Bung Karno lebih banyak," kata Anti.
"Lantas, tiba-tiba museum SBY-Ani yang mendapat bantuan Rp 9 miliar disebut menyakiti rakyat.
Tentunya ini pemahaman yang sempit,” jelas Bendahara Demokrat Jatim ini.
Anti menegaskan Demokrat tak pernah mempersoalkan adanya museum mantan presiden.
Ini sebagai bentuk penghormatan kepada mantan Presiden sekaligus mendukung program pemerintah kabupaten/kota yang menjadi tempat lahir sang presiden.
Apalagi, Museum SBY-Ani akan diisi sejarah perjalanan hidup SBY sebagai Presiden RI ke-6.
Sebuah bangunan monumental berskala nasional yang akan memperkaya tempat wisata di Pacitan.
"Semua mengakui kalau Pak SBY berhasil memimpin Indonesia. Dua periode," tegas Anti yang merupakan legislator asal dapil 9 yang membawahi 5 kabupaten di Jatim termasuk Pacitan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/maket-museum-sby-ani.jpg)