Breaking News:

Masa Prapaskah Sejumlah Paroki di Keuskupan Ruteng Diinstruksikan Tidak Misa Tatap Muka

Pihak Keuskupan Ruteng mengeluarkan Instruksi Pastoral tentang Pelayanan Pastoral Selama masa prapaskah Tahun 2021 ditengah Pandemi Covid-19

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat 

POS-KUPANG.COM | RUTENG----Pihak Keuskupan Ruteng mengeluarkan Instruksi Pastoral tentang Pelayanan Pastoral Selama masa prapaskah Tahun 2021 ditengah Pandemi Covid-19.

Surat Instruksi yang ditanda tangani oleh Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat, dimana salinanya diterima POS-KUPANG.COM, Senin (15/2/2021) terdapat sejumlah poin penting Instruksi Pastoral tentang Pelayanan Pastoral Selama masa Prapaska Tahun 2021 Ditengah Pandemi Covid-19.

Kaesang Pangarep dan Felicia Tissue Putus? Tak Saling Follow, Potret Bareng Keduanya pun Lenyap

Adapun diantara isi instruksi itu adalah, sejumlah paroki di Kevikepan Ruteng yakni Paroki-paroki dalam Kota Ruteng, Paroki Kuwu, Cancar dan Paroki Wangkung. Selain itu sejumlah Paroki di Kevikepan Borong seperti paroki Borong, Kisol dan Paroki Waerana.

Paroki Reo di Kevikepan Reo dan sejumlah Paroki di Kevikepan Labuan Bajo seperti Paroki-Paroki dalam Kota Labuan Bajo Plus Wae Nakeng tetap memberlakukan instruksi Nomor 014/I.1/I/2021 tentang Pembatasan Sosial Pelayanan Gereja Selama Masa Pandemi Covid-19 dengan catatan tidak diizinkan untuk melaksanakan pemberkatan nikah selama masa prapaskah.

Terus Bertambah Jadi 1.363 Warga Manggarai Positif Covid-19

Sedangkan paroki-paroki lain dan Biara-Biara terhitung mulai tanggal 15 Frebuari 2021 boleh merayakan misa harian dan hari Minggu dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 seperti imam dan umat wajib pakai masker, mencuci tangan sebelum masuk gereja, diukur suhu tubuh jika suhu tubuh tinggi dipulangkan, jarak duduk umat minimal 1 meter, bejana air berkat di pintu gereja dikosongkan.

Selain itu, perayaan ibadat dilaksanakan dalam waktu singkat tanpa mengurangi kekhusukan dan kemeriahan, doa dan lagu didaraskan oleh petugas, sedangkan umat hanya mengikuti dengan hati atau minimal suara kecil, salam damai hanya mengatupkan tangan didada, sebelum membagi komuni pelayan misa wajib mencuci tangan dengan sabun.

Dalam komuni ucapan tubuh Kristus dilakukan dalam hati, berkat untuk anak-anak ditiadakan dan petugas paroki wajib mencegah kerumunan. 

Poin Instruksi lainya, misa Rabu Abu, mengikuti protokol dari kongregasi untuk ibadat Vatikan, Peot N.17/21. Untuk bayi, anak-anak, Lansia serta orang yang pernah kontak erat dengan pasien Covid-19/reaktif Rapid Antigen untuk mengikuti misa dari rumah.

Misa ibadat penguburan dihadiri oleh 10 orang anggota keluarga, sedangkan misa peringatan arwah dilaksanakan di gereja maksimal 10 orang anggota keluarga inti atau diintensikan dalam misa harian atau misa hari Minggu.

Serta sejumlah poin Instruksi lainya yang intinya untuk mencegah penularan Covid-19 pada umat di tengah pandemi Covid-19 ini. ( Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved