Breaking News:

Proyeksi Lumbung Pangan, Pemerintah Pusat Intervensi Pertanian NTT Rp 40 Miliar

Pemeritah Pusat telah mengintervensi program Food Estate di dua kabupaten yakni Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Belu. 

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meninjau lahan program Food Estate di Kabupaten Sumba Tengah. 

Proyeksi Lumbung Pangan, Pemerintah Pusat Intervensi Pertanian NTT Rp 40 Miliar

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian mengintervensi pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan program Food Estate. Program nasional tersebut diharapkan dapat mendorong daerah (kabupaten) menjadi lumbung pangan di Provinsi NTT.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Ir Lecky Frederich Koli, STP, mengatakan hingga Februari 2021, Pemeritah Pusat telah mengintervensi program Food Estate di dua kabupaten yakni Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Belu. 

Di Kabupaten Sumba Tengah, jelas Lecky Koli, Pemerintah Pusat telah mengintervensi lahan seluas 5.000 hektar untuk program itu. Lahan tersebut terdiri dari 3.000 hektar untuk padi dan 2.000 hektar untuk pengembangan jagung. Sementara itu, di Kabupaten Belu, Pemerintah Pusat baru mengintervensi lahan seluas 350 hektar untuk pengembangan padi. 

Lecky Koli menjelaskan, untuk program Food Estate di Kabupaten Sumba Tengah, pemerintah telah menyalurkan kepada para petani, traktor roda 4 sebanyak 10 unit, traktor roda 2 sebanyak 80 unit, Ron sebanyak 2 unit serta alat panen, pengendalian hama, pupuk, benih dan pestisida. Selain itu, juga telah dibagun 34 sumur dan akan dibangun lagi tambahan 100 sumur tahun ini.

Sementara untuk Kabupaten Belu, sedang diproses bantuan pupuk dan traktor roda 2. Rencananya bantuan itu akan diserahkan pada bulan Maret 2021 mendatang. 

"Kalau hingga saat ini, total anggaran untuk dua lokasi itu sebanyak Rp 40 miliar dari APBN," ungkap Lecky Koli kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (13/2).

Seluruh intervensi program itu, jelas Lecky Koli, langsung diserahkan ke petani melalui  kelompok-kelompok tani. "Itu langsung proses persiapan kemudian mekanisme penyaluran langsung ke kelompok semua bantuan itu," terang Lecky Koli. 

Saat ini, kata dia, sedang dilakukan proses persiapan dan penanaman di kedua wilayah program itu. "Di Belu sekarang tanam, di Sumba Tengah kita persiapkan rencananya Selasa nanti tanam," ujar Lecky Koli. 

Usul 2 Kabupaten 

Lecky Koli juga menjelaskan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT kini sedang memproses pengusulan dua lokasi lagi untuk program tersebut. Dua lokasi tersebut yakni Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Manggarai Timur. Ia berharap, usulan tersebut dapat diterima Kementerian Pertanian.

"Kita lagi siapkan Manggarai Timur dan TTS untuk masuk program Food Estate, kita usahakan tahun ini. Sekarang masih usul. Kita harapkan realisasi," ujarnya. 

Seminar Moderasi Beragama di  Sikka; ‘Enaknya Buah Apel Tak Diukur Dari Rasa Jeruk’

Masyarakat Diminta Waspada Puncak Hujan di NTT Hingga 16 Februari 

Berniat Mencari Sinyal HP, Sabur  Diduga Tewas Tersambar Petir

Karena itu, ia meminta dukungan semua pihak agar usaha yang dikerjakan pemerintah berhasil dan membawa kebaikan bagi masyarakat terutama dalam rangka meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian di NTT. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved