Breaking News:

Hebat! Rumah Tenun Ina Ndao Masuk 3 Besar API Awards

Hebat! Rumah Tenun Ina Ndao yang berdiri sejak tahun 1991 silam akan memasuki usia ke 30 ditahun 2021

POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Owner Rumah Tenun Ina Ndao, Dorce Lusi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Hebat! Rumah Tenun Ina Ndao yang berdiri sejak tahun 1991 silam akan memasuki usia ke 30 ditahun 2021. Menjelang ulang tahun, Rumah Tenun Ina Ndao mendapat kejutan dari Anugerah Pesona Indonesia/ API Awards dengan masuk 3 besar sebagai destinasi belanja terpopuler.

Menanggapi hal tersebut, pemilik Rumah Tenun Ina Ndao, Dorce Lusi mengaku bersyukur.

"Saya tidak tahu apa yang mereka nilai. Saya hanya bekerja saja tetapi yang menilai itu orang lain," ujarnya pada Kamis (11/02/2021).

Pelaku Perjalanan di Sumba Timur Capai 32.778 Orang

Dia mengatakan, Rumah Tenun Ina Ndao bisa masuk nominasi penghargaan tersebut bukan karena usahanya sendiri melainkan ada campur tangan berbagai pihak yang membantunya terutama pemerintah daerah (Pemda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

"Ina Ndao hanya alat tapi sebenarnya nama NTT dan keseluruhan pengrajin penenun karena di sini adalah sentra," katanya.

Sirene Ambulans Menggema di Pulau Ende, Bupati Djafar Pulang Dihantar Hujan Lebat

Bagi Dorce, masuk dalam 3 besar Destinasi Belanja Teropuler menjadi satu tanggung jawab besar.

"Saya bersyukur karena masuk sampai 3 besar tapi ini satu tanggung jawab dan tanggung jawab ini tidak mungkin saya sendiri tapi saya mohon dukungan Pemda untuk membenahi kami," kata Dorce.

Dia mengaku siap menghadapi tantangan dengan label yang sudah didapatkan sebagai destinasi belanja terpopuler di Indonesia.

"Ina Ndao sendiri siap. Dengan segala kelemahan dan kekuatan yang saya miliki, saya tetap siap," jelasnya.

Dorce berharap, kedepannya Rumah Tenun Ina Ndao bisa lebih maju lagi dalam berkarya.

Kecintaannya pada tenun dan keinginan untuk melestarikan budaya mengantarkan Dorce hingga sampai pada titik ini.

"Selain itu juga kebutuhan ekonomi. Yang dari awalnyasaya hidup dari ini dan karena saya hidup dari ini dan saya rasa berhasil maka saya menghidupi orang lain dengan ini," katanya.

Ina Ndao pada awalnya hanya menjual pakaian adat berupa kain tenun dan belum masuk ke fashion.

"Setelah semakin berkembang dan saya difasilitasi pemerintah daerah untuk pameran - pameran, di luar sana baru saya lihat bahwa kain tenun ini bisa dibuat apa saja," ungkapnya.

Hingga kini sudah banyak pakaian dan aksesori berbahan tenun yang disediakan di Rumah Tenun Ina Ndao. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved