Breaking News:

Kita Harus Lakukan Antisipasi Untuk Capai Target Modal Inti Bank NTT Tahun 2024

Walikota selaku pemegang saham seri A dan para  pemegang saham seri B mendukung penuh usulan Gubernur Viktor.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Suasana RUPS Bank NTT di Ruang Rapat Gubernur NTT, Rabu (10/2).  

Kita Harus Lakukan Antisipasi Untuk Capai Target Modal Inti Bank NTT Tahun 2024

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) selaku Pemegang Saham Pengendali memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa bank NTT secara virtual dengan para Bupati/Wali kota se-NTT selaku Pemegang Saham Seri A dan para pemegang Saham Seri B di ruang Rapat Gubernur, Rabu (10/2).  

RUPS Luar Biasa tersebut membahas tiga agenda yakni, pertama, Laporan surat Pengunduran Diri dari Direktur Pemasaran Dana  yang diajukan pada 27 November 2020 dan progres proses penggantiannya. 

Kedua, pengangkatan dan Penetapan Direktur Pemasaran Kredit berdasarkan surat Persetujuan OJK Nomor SR-427/PB.12/2020 tanggal 30 Desember 2020 dan ketiga, laporan progres penerbitan Peraturan Daerah terkait rencana penambahan setoran modal masing-masing Pemerintah Daerah dalam rangka pemenuhan modal inti Bank NTT sebesar 3 Triliun di tahun 2024.

Terkait agenda pertama dan kedua, semua peserta RUPS Luar Biasa menerima surat Pengunduran diri dari Absalom Sine selaku Direktur Pemasaran Dana dan Pengangkatan Paulus Stefen Messakh sebagai Direktur Pemasaran Kredit.  Sambil menanti penetapan Direktur Pemasaran Dana yang baru, Dirut Bank NTT akan merangkap tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pemasaran Dana.

“Terima kasih kepada bapak Absalom Sine yang telah mengabdi di Bank NTT selama 30 tahun. Komite Remunerasi dan Nominasi  (KRN) akan segera melakukan proses rekrutmen untuk pengganti beliau. Karenanya susunan Dewan Direksi PT Bank Pembangunan Daerah NTT untuk saat ini adalah Direktur Utama sekaligus Plt. Direktur Pemasaran adalah Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Pemasaran Kredit, Paulus Stefen Messakh, Direktur Umum Yohanis Landu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu,” jelas Komisaris Utama, Juvenile Jodjana.

Terkait agenda ketiga, Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu menjelaskan sudah ada 16 pemerintah daerah (Pemda) termasuk Pemprov NTT yang telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal pada bank NTT sampai tahun 2024. 

Ada 4 Pemda yakni Kabupaten Kupang, Manggarai, Flores Timur dan Manggarai Barat yang Perda Penyertaan Modalnya sampai tahun 2021 dan 2022. Namun sudah ada surat kesanggupan penyertaan modal sampai tahun 2024 dari Bupati/Sekda. Sementara 3 Kabupaten yakni Kota Kupang, Sumba Barat Daya dan Ngada, perdanya sudah berakhir 2020 namun sudah  ada surat kesanggupan penyertaan modal sampai 2024 dari Bupati/Sekda, kecuali Kabupaten Ngada yang belum ada surat kesanggupannya. 

Hilarius menjelaskan, pada tahun 2020 modal yang disetor ke Bank NTT sudah mencapai sekitar Rp 1.562 triliun. Untuk tahun 2021 ini, baru dua Kabupaten yang melakukan penyetoran modal sesuai Perda yakni Kabupaten Alor sebesar Rp 3 Miliar dan Malaka sebesar Rp. 10 M.  Lanjut  Hilarius, Sesuai Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2020 tentang syarat Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) yakni Rp. 1 triliun untuk Tahun 2020, Rp. 2 Triliun di tahun 2021, dan Rp. 3 Triliun di tahun 2024.

“Bank NTT memiliki modal inti aktual sampai tahun 2020 sebesar Rp. 1,779-an  triliun. Jadi untuk tahun 2020, kita kelebihan modal inti sebesar Rp. 779-an miliar. Namun untuk tahun 2021 kita masih kurang sebesar Rp. 220-an miliar dan proyeksi untuk tahun 2024 dengan modal inti yang ada sekarang, kita kekurangan Rp. 1,220-an triliun. Kalau semua Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota  berkomitmen lakukan setoran modal sesuai Perda maupun surat kesanggupan dari Bupati/Sekda, maka hal ini akan bisa tercapai bahkan bisa melebihi target yang ditetapkan OJK. Namun apabila Pemda  belum bisa memastikan hal ini, maka kemungkinan kekurangan kita sampai tahun 2024 diproyeksi bisa mencapai Rp. 220-an miliar. Untuk mengatasi ini, manajemen akan menawarkan kepada investor agar menyertakan modal pada Bank NTT sebesar 10-20 persen dari modal inti Rp. 3 triliun atau sebesar Rp. 300-600 miliar secara bertahap mulai tahun 2022,” jelas Hilarius.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved