Breaking News:

Salam Pos Kupang

Imlek Saat Pandemi

PERAYAAN Imlek bagi etnis Tionghoa tentu memiliki banyak makna. Diantaranya, syukuran atas hadirnya tahun yang baru

Imlek Saat Pandemi
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PERAYAAN Imlek bagi etnis Tionghoa tentu memiliki banyak makna. Diantaranya, syukuran atas hadirnya tahun yang baru. Sekaligus sebagai bahan refleksi terkait kiprah di tahun sebelumnya dan merenda harapan di tahun mendatang. Bahkan tentu berharap akan memperoleh keberuntungan di tahun yang baru.

Konteks ini tentu susah-susah gampang karena secara menyeluruh, dunia tengah menghadapi wabah Covid-19. Apalagi, wabah ini justru pertama datang dari Wuhan atau daerah asal perayaan Imlek ini.

Kalau menghubungkan pandemi dan keinginan akan meraih keberuntungan dalam usaha tentu cukup sulit di era sekarang ini. Sebab, dampak dari pandemi ini menghantam semua sektor yang muaranya adalah terjadinya kerugian. Dunia usaha benar-benar lumpuh saat ini.

Pesan Bagi Pers Lembata: Temukan Masalah di Tengah Masyarakat, Perluas Segmentasi Pemberitaan

Tetapi kontesnya tentu lain lagi bagi etnis Tionghoa dalam menanggapi Imlek saat berkecamuknya pandemi Covid-19 ini. Sekarang ini, dunia usaha yang merupakan sektor unggulan etnis Tionghoa benar-benar lumpuh. Walaupun itu tidak semua mengalami hal yang sama.

Perayaan tahunan seperti ini, biasanya dirayakan sangat meriah oleh etnis Tionghoa karena Imlek merupakan warisan leluhur. Atraksi barongsao akan digelar di sejumlah tempat. Pembagian angpao menjadi ciri tersendiri dari setiap Imlek. Lebih dari itu, etnis Tionghoa akan mendatangi Klenteng untuk memanjatkan doa.

Hari Persaudaraan Internasional

Pembagian angpao bisa jadi sebagai gambaran untuk membantu sesama, baik itu dalam keluarga maupun di tempat kerja. Sebab, angpao diberikan oleh yang tua kepada yang muda, baik itu dari sisi usia maupun pendapatan. Tetapi tentu juga bisa berkembangan kepada mereka yang susah dan lain sebagainya.

Memerhatikan soal ini, suatu hal yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah soal bagaimana setiap keluarga memaknai dan menjalankan Imlek dalam nuansa keprihatinan akibat pandemi ini.

Kita berharap, perayaan Imlek tahun ini jangan menjadi kluster baru lagi. Tetapi kita menginginkan perayaan ini menjadi media memutus penyebaran Covid-19. Tentunya dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Pemerintah tentu sangat tegas berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes). Diharapkan agar perayaan itu dibuat sesederhana mungkin dengan tetap memperhatian prokes yang ketat. Apa gunanya kita menampung uang banyak tetapi pada akhirnya tidak menikmati itu hanya karena kita terpapar Covid-19.

Tentu kita mendorong perayaan Imlek dilakukan sesuai ajaran para leluhur tetapi di samping itu, harus juga memperhatikan kemaslahatan orang banyak. Pandemi Covid- 19 sudah menekan dan menerpa semua lapisan masyarakat. Tolong jangan diperberat lagi hanya karena kita tidak hati-hati mencermati soal pandemi Covid-19. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved