Breaking News:

Opini Pos Kupang

Bertahan dari Pandemi: Sektor Manakah Yang Harus Disorot?

Pandemi Covid-19 menyerang negara Indonesia telah berulang tahun. Meskipun di NTT sendiri kasus pertama baru terdeteksi di bulan April 2020

Editor: Kanis Jehola
Bertahan dari Pandemi: Sektor Manakah Yang Harus Disorot?
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Oleh: Abdul Rosyid Rexy Andryan, SST, Staf Fungsi Statistik Neraca Wilayah dan Analisis Statistik di BPS Belu

POS-KUPANG.COM - Pandemi Covid-19 yang menyerang negara Indonesia telah berulang tahun. Meskipun di NTT sendiri kasus pertama baru terdeteksi di bulan April 2020, hal itu tidak menutup kenyataan bahwa perekonomian NTT juga sama terpuruknya dengan Indonesia selama pandemi ini. Pembatasan-pembatasan demi menekan angka positif Covid turut membawa ekonomi semakin mengalami penurunan.

Demi mencegah perekonomian agar tidak terpuruk, strategi-strategi baru harus mulai dipikirkan. Berangkat dari hal tersebut, penyusunan strategi baru akan lebih efektif jika membandingkan data 2020 dan 2019.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT telah melaksanakan rilis data Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tanggal 5 Februari. Data tersebut mencakup perbandingan PDRB secara tahunan (y-on-y), triwulanan (q-to-q), dan secara kumulatif (c-to-c).

Menpora Zainudin Amali HARI INI Pimpin Rapat Koordinasi Nasib Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021 INFO

PDRB Provinsi NTT atas dasar harga berlaku untuk triwulan IV tahun 2020 mencapai 17,74 triliun rupiah, sebuah kemajuan dibandingkan nilai triwulan III tahun 2020 yang berkisar di angka 17,42 triliun rupiah.

Sayangnya, kita tidak bisa serta-merta menarik napas lega hanya dengan melihat data tersebut. Data PDRB NTT pada triwulan IV tahun 2019 adalah penyebabnya. Angka tahun 2019 itu menunjukkan bahwa PDRB NTT mencapai nilai 18,15 triliun rupiah, cukup jauh penurunannya jika dibandingkan tahun 2020.

Tak cukup dengan data di atas, laju pertumbuhan perbandingan dua tahun tersebut juga membuat kita harus lebih waspada. Pasalnya, pertumbuhan pada triwulan IV tahun 2018 menuju triwulan IV tahun 2019 dapat mencapai 5,61 persen.

Termasuk Bahas 6 Ranperda Baru Prakarsa DPRD NTT, ini Jadwal Sidang Dewan Bulan Februari 2021

Angka tersebut sangat berbeda dibandingkan penurunan pada triwulan IV tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar 2,27 persen. Hal ini tentu wajar mengingat secara nasional penurunan laju pertumbuhan ekonomi juga terjadi.

Lalu, bagaimanakah cara agar pertumbuhan ekonomi NTT kembali mengalami peningkatan atau setidaknya tidak mengalami pertumbuhan yang negatif?

Dengan memperhatikan data tahunan (year on year/y-on-y), kita bisa mendapatkan informasi sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan negatif maupun yang mengalami pertumbuhan positif.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved