Pemkab Sumba Timur Pastikan Tidak Ada Penjualan Pulau 

Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Sumba Timur memastikan tidak ada jual beli pulau di wilayah setempat

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Asisten I Setda Sumba Timur, Yacobus Yiwa, S.H 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Sumba Timur memastikan tidak ada jual beli pulau di wilayah setempat. Informasi soal penjualan pulau sangat disayangkan.

Hal ini disampaikan Asisten I Setda Sumba Timur, Yacobus Yiwa, S.H, Selasa (9/2/2021). Menurut Yacobus, Pemkab Sumba Timur juga telah mendapat berita dari media sosial bahwa ada penjualan pulau di Sumba dan tidak disebutkan Sumba bagian mana.

"Namun, kami sudah pastikan bahwa tidak ada jual beli pulau di Sumba Timur," kata Yacobus.

Yusuf Terkesan Namanya Muncul di Koran Baru Sekali Seumur Hidup Saya Selamat Hari Pers!

Dijelaskan, adanya berita penjualan pulau itu, maka Pemprov NTT juga sudah menelusurinya.  "Bagi kita, bahwa sampai saat ini tidak ada penjualan pulau," katanya.

Dikatakan, semua pulau yang ada di Sumba Timur telah diberi nama dan ada beberapa pulau besar seperti Pulau Salura di Kecamatan Karera, Pulau Mengkudu.

Kunjungi RS Bhyangkara Titus Uly Kupang, Kapolda NTT Cek Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Sedangkan lainnya ada pulau-pulau kecil. "Ada pulau kecil yang terbentuk dari bebatuan atau ada dataran di lautan sehingga sudah teridentifikasi dan masuk kategori pulau, yakni di Praibakul,   Kecamatan Katala Hamu Lingu,  juga  sudah diberi nama semua.  Khusus di Pulau Salura saja yang sudah ada warga atau berpenghuni," katanya.

Yacobus mengatakan, informasi penjualan itu lewat online, jika benar apakah cara jual sepeti apa, atau penjualan dengan aplikasi. "Bisa saja terjadi , buktinya banyak investor di pesisir pantai kan banyak orang luar," ujarnya.

Terkait kasus itu, dia mengatakan sikap Pemkab Sumba Timur mendukung Pemprov NTT bahwa tidak boleh ada penjualan pulau melalui bentuk apapun.

Dikatakan,  bisa saja ada yang menjual keindahan Pulau Sumba keluar untuk mendapatkan keuntungan.
Harapan kita jika ada seperti itu, maka bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah, karena ada dasar hukumnya.

"Saat ini sudah canggih,apakah ada yang bisa mengambil gambar dengan foto satelit dan sebagainya.
Kedepan kita akan perketat pengawasan terhadap pulau-pulau yang ada di Sumba Timur," katanya.

Dikatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kominfo karena modus penjualan yang dilakukan itu secara online melalui situs tertentu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved