Info Kesehatan
Kenali Gejala Parosmia yang Terjadi pada Pasien COVID-19
Pasien long COVID merupakan pasien yang tidak kunjung sembuh saat terinfeksi virus penyebab COVID-19.
Apa Penyebab Parosmia?
Umumnya, parosmia terjadi akibat adanya gangguan pada saraf pendeteksi bau karena infeksi atau penyakit lainnya.
Apa teman-teman tahu bagaimana proses indra penciuman kita mencium aroma sekitar?
Dalam kondisi normal, saraf indra penciuman bertugas memberi tahu otak untuk menafsirkan bau yang diterima organ penciuman.
Nah, karena terjadi gangguan pada saraf yang mendeteksi aroma itu, maka otak keliru menafsirkan bau yang ada di sekitar orang yang mengalami parosmia.
Gangguan saraf yang mendeteksi aroma ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, seperti infeksi COVID-19.
Selain itu, infeksi bakteri juga bisa menjadi penyebabnya.
Penyebab lain gangguan pada saraf pendeteksi bau itu antara lain cedera kepala, paparan bahan kimia, kebiasaan merokok, dan beberapa jenis penyakit.
Mengatasi Parosmia
Parosmia bisa diatasi menggunakan beberapa cara.
Misalnya ada yang membutuhkan tindakan operasi.
• Menyimpan Banyak Manfaat Bagi Tubuh, Begini Alasanya Tak Boleh Menggaruk Alpukat Pakai Senduk !
• Tahun 2020 Pemkab Sumba Timur Berhasil Tekan Angka DBD dengan PSN
Ada juga yang melakukan terapi dengan melatih indra penciuman mencium berbagai aroma yang berbeda.
Parosmia sendiri lama-kelamaan bisa sembuh, namun pemulihannya juga tergantung pada penyebabnya.(*/Tribunews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/napas-bau-saat-bangun-tidur.jpg)