Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat : Pembeli Tak Boleh Makan di Rumah Makan

Kami sedang mendatangkan alat tes PCR dan diharapkan bisa dilakukan tes PCR bagi 500 warga per harinya

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda dan Pemerintah Kota Kupang di Ruang Rapat Kantor Gubernur NTT, Jumat (5/2/2021). 

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat : Pembeli Tak Boleh Makan di Rumah Makan

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berupaya menangani penyebaran kasus covid 19 yang makin meningkat. Pada Jumat (5/2), dilaksanakan Rapat Bersama antara Gubernur NTT bersama Forkopimda dan Pemerintah Kota Kupang di Ruang Rapat Kantor Gubernur NTT.

Dalam rapat tersebut, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat kembali menekankan tindakan langsung untuk pencegahan keramaian. 

Gubernur Laiskodat memerintahkan agar Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT dan jajaran hingga kota Kupang dan kabupaten untuk melakukan pengecekan dan peringatan bagi rumah makan maupun tempat perbelanjaan.

"Kita lakukan cek dan peringatan bagi rumah makan dan juga toko-toko. Untuk rumah makan itu pembeli tidak boleh makan disitu. Dibeli makanannya dan langsung tinggalkan tempat itu. Untuk toko-toko dan pusat keramaian jumlah pengunjung juga dibatasi. Kita cek dan lakukan peringatan cukup 1 kali, bila kemudian melanggar maka langsung ditindak tegas," ungkap Gubernur Laiskodat sebagaimana rilis yang diterima POS-KUPANG.COM.

Selain pembatasan pada rumah makan dan toko,  Gubernur Laiskodat juga menegaskan agar tidak dilaksanakan perayaan pesta hingga Mei 2021. Selain itu, penggunaan masker juga tetap diperhatikan.

"Saya tegas untuk itu. Kita tetap cegah keramaian dan tetap kenakan masker. Penertiban yang ketat juga untuk para pengendara kendaraan yang tidak menggunakan masker," ujar Gubernur Laiskodat.

Dalam situasi tanggap darurat bencana seperti saat ini, keputusan pengelolaan anggaran tidak boleh ditetapkan dengan ragu-ragu. 

"Kita harus kerja cepat dan tegas. Pemerintah dan semua masyarakat tidak boleh mengabaikan. Harus peduli kita cegah bersama. Pihak pemerintah tidak boleh ragu-ragu dalam kelola anggaran untuk pencegahan covid-19," tambahnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Inche Sayuna meminta ketegasan dalam pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Ia mengatakan, penting untuk dicegah adanya kerumunan atau keramaian. 

"Pembatasan jumlah pengunjung toko dan pusat keramaian harus diperketat. Harus ada sidak. Mengingat kita lihat Kota Kupang ini kasusnya melonjak tajam karena adanya transmisi lokal yang tinggi," ujarnya.

Inche juga mengatakan pentingnya pengawasan protokol kesehatan bagi karyawan yang bekerja di dapur rumah makan.

"Kita juga harus jalankan sosialisasi vaksin bagi masyarakat. Mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mengingat saat ini informasi yang beredar di masyarakat seringkali membuat risau masyarakat mengenai efek dari vaksin yang membuat rasa takut sehingga ada masyarakat tidak mau divaksin," jelasnya.

Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man menjelaskan Pemkot Kupang sedang mengusahakan alat tes PCR bagi masyarakat kota kupang.

"Kami sedang mendatangkan alat tes PCR dan diharapkan bisa dilakukan tes PCR bagi 500 warga per harinya," ujar dr. Herman.

Wakil Walikota juga mengatakan akan ada pengawasan keramaian yang sangat ketat hingga pada tingkat RT/RW di setiap kelurahan. 

"Selain pengawasan keramaian, kami juga wajibkan setiap toko, bank dan mall untuk melakukan tes rapid antigen bagi semua karyawan setiap 2 minggu sekali dan hasilnya diumumkan pada publik," tambahnya.

Jadi Orang Pertama dan Kedua Disuntik Vaksin, Begini Komentar Hakim dan Dandim Ngada

Anggota Komisi V DPRD NTT : Sekolah Belum Boleh Tatap Muka 

Update Covid-19 NTT : Tambah 198 Kasus Positif, Total Angka Covid di NTT Tembus 6.069 

Kapolda NTT bersama Danrem Wirasakti yang hadir dalam kesempatan tersebut juga menegaskan akan melakukan peningkatan pengawasan kerumunan dan keramaian yang memungkinkan menimbulkan transmisi lokal. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved