Breaking News:

Salam Pos Kupang

Pemimpin Yang Berintegritas

KONDISI pandemi Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) kian meningkat

Pemimpin Yang Berintegritas
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - KONDISI pandemi Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) kian meningkat. Tidak saja masyarakat kecil, namun para pejabat, baik tingkat provinsi, maupun kabupaten/kota, bahkan orang nomor 1 dan 2 di NTT terkena dampak Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri.

Demikian pula, orang nomor 1 dan 2 di Kota Kupang juga tidak luput dari Covid-19. Belum lagi badai ASF yang menghantam hewan ternak babi di Pulau Flores, dan intaian Demam Berdarah Dangue (DBD) yang harus diwaspadai saat ini, dan juga badai hujan dan angin kencang yang menyebabkan bencana di beberapa tempat turut menyumbang keterpurukan daerah NTT.

Pemda Manggarai Beri Bantuan Duka Cita Untuk Keluarga Korban Risky

Di tengah keterpurukan ini, NTT kembali digegerkan dengan kabar kewarganegaraan Bupati Terpilih Kabupaten Sabu Raijua, Orient Riwu Kore, yang menang dalam Pilkada Serentak tanggal 9 Desember 2020 lalu adalah warga negara Amerika.

Tentu, hal tersebut memunculkan berbagai spekulasi masyarakat, kok biasa seorang yang berwarga negera Amerika bisa lolos dalam proses tahapan seleksi Pilkada Serentak di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan lolos juga dari pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mulai dari daerah, provinsi hingga pusat.

PLN Hadirkan Stasiun Pengisian Energi Listrik di Sumba Timur

Kedua lembaga tersebut tentu sudah final dan menjalankan tugasnya sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku dan dianggap memenuhi syarat, termasuk melakukan verifikasi berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) KPU Nomor 394 Tahun 2020. Tahapan demi tahapan sudah dilakukan dan saat ini tinggal menunggu proses pelantikan.

Dari semua proses yang sudah berjalan ini, tentu masyarakat menunggu eksekusi dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Karena dalam pendaftaran Pilkada 2020, KPU sudah menyatakan jika Orient memenuhi syarat. KPU mengkonfirmasi bahwa saat mendaftar sebagai peserta Pilkada Sabu Raijua tahun 2020, Orient P Riwu Kore menyerahkan kartu tanda penduduk (KTP) warga negara Indonesia (WNI) dan beralamat di Kota Kupang.

Ketua KPU Kabupaten Sabu Raijua, Kirenius Padji mengatakan, pihaknya sempat melakukan klarifikasi ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Kupang mengenai keabsahan KTP Orient Riwu Kore.

Surat klarifikasi dikeluarkan pada 16 September 2020, ditandatangani Kepala Dinas Dukcapil Kota Kupang, Agus Ririmase. Dalam surat itu tertulis Orient merupakan warga RT 003 RW 001, Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak. Dan, memang demikian syarat dipenuhi.

Saat ini, diketahui Orient sebagai seorang WNI tentu sebuah kabar buruk dan menyesatkan masyarakat dan mencederai proses demokrasi. Kekecewaan yang mendalam dirasakan oleh masyarakat pemilih di Kabupaten Sabu Raijua.

Dukungan politik yang diberikan dari hati yang iklas dan jujur dicederai dengan ketidakjujuran yang dilakukan oleh Orient. Apalagi, proses demokrasi dalam Pilkada Serentak di Indonesia termasuk Sabu Raijua menelan biaya yang tidak sedikit.

Sebagai orang yang akan menjadi pemimpin di Kabupaten Sabu Raijua, Orient tidak mampu membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang berintegritas. Orient sejak awal tidak jujur terhadap identitas diri dan melecehkan kulitas demokrasi yang mana rakyat adalah panglimanya.

Masyarakat Kabupaten Sabu Rijua berhak menggugah pihak-pihak yang berkepentingan. Karena kasus ini sangat serius secara politik karena berkaitan dengan keadulatan dan martabat bangsa.

Kita menunggu kredibilitas Kemendagri RI terkait keberlanjutan proses Pilkada di Sabu Raijua. Kalau harus dibawah ke ranah hukum, kenapa tidak. Karena, demokrasi tidak boleh dipermainkan karena satu orang pemimpin yang pengecut. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved