Transmisi Lokal Covid-19 Meningkat, NTT Butuh Tambahan Laboratorium PCR
Trend transmisi lokal Covid-19 meningkat, NTT butuh tambahan Laboratorium PCR
Trend transmisi lokal Covid-19 meningkat, NTT butuh tambahan Laboratorium PCR
POS-KUPANG.COM |KUPANG- Penyebaran virus corona atau Covid-19 melalui transmisi lokal di NTT kian mengkuatirkan. Dari data terbaru, kasus covid-19 tertinggi ada di Kota Kupang.
Untuk mengatasi itu, Pemprov NTT turun tangan bersama pemerintah Kota Kupang melakukan operasi penanganan Covid-19. Meski demikian, langkah penanganan ini dinilai belum maksimal, karena NTT masih kekurangan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR).
Baca juga: Direktris RSUPP Betun Setuju Kehadiran Lab PCR di NTT
Dr Ida Koamesah mengatakan saat ini, hanya ada dua existing laboratorium yang beroperasi di NTT, yakni, di RSUD WZ Johanes Kupang yang berfungsi memeriksa sampel rujukan individual seluruh kota kabupaten di NTT dengan kapasitas 200 sampel perhari.
Selain laboratorium RSUD WZ Yohanes Kupang, juga ada laboratorium BM kesehatan masyarakat Pemprov NTT, dengan fungsi utama pemeriksaan pool, survilens, screening dan suport pemeriksaan induvidual dengan kapasitas 200 sampel (pool).
Baca juga: Sepuluh Pejabat di Manggarai Disuntik Vaksin Covid-19 Perdana Tanggal 4 Februari 2021
Ia mengatakan, untuk mengatasi penyebaran covid-19 di NTT dengan jumlah penduduk yang mencapai 5,5 juta jiwa, NTT membutuhkan 11 laboratorium PCR.
Penambahan 11 PCR ini dengan pertimbangan, eskalasi peningkatan kasus konfirmasi baru hingga melewati angka 200 perhari, kesenjangan sampel yang menunggu diperiksa akan meningkat, waktut tunggu hasil akan meningkat dan transmisi di masyarakat akan meningkat.
"Jika 1 kasus baru menambah 10 kasus hasil tracking, kenaikan sampel harian bisa mencapai 200 perhari. sementara eksisting kapasitas sekitar 400 sampel per hari maksimal," ujarnya.
Selain kekurangan laboratorium PCR, kondisi geografis NTT yang terdiri dari daerah kepulauan, menyebabkan pemerintah kesulitan dalam pengiriman sampel covid-19.
"Jalur pemgiriman sampel covid-19 melalui pesawat di pulau Sumba, Flores dan Lembata, tapi tidak setiap pesawat bersedia membawa sampel," katanya.
Menurut dia, episentrum kasus covid-19 tertinggi ada di Kota Kupang. Karena itu, perlu segera menambah fasilitas dan kapasitas laboratorium bio mokuler berbasis PCR di Kota Kupang.
Interkonektivitas antar kabupaten kota di NTT yang merupakan daerah kepulauan sangat tergantung pada ketersediaan moda transportasi udara dan laut. Saat ini, semua sampel covid-19 yang berasal dari luar kabupaten/kota kupang, akan dikirim ke kota kupang. Kondisi ini selain menambah lama waktu , juga menambah biaya operasional.
Untuk mengatasi itu, Pemprov NTT segera melakukan penambahan laboratorium bio mokuler PCR berbasis pulau, yang terdiri dari, 1 laboratorium bio mokuler PCR di pulau Sumba yakni, di Sumba Timur dan 2 laboratorium bio mokuler PCR di pulau Flores, khususnya di Labuan Bajo dan kabupaten Sikka.
Selain itu, perlu adanya dukungan mobile labolatory PCR untuk mendukung kabupaten di luar Kota Kupang jika terjadi eskalasi peningkatan covid-19 yang signifikan dan menyediakan sumber daya tenaga lab dan biaya operasional, serta peralatan lab untuk optimalisasi laboratorium bio mokuler yang sudah ada atau yang sudah dalam persiapan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/covid-satgas-covid.jpg)