Breaking News:

Pemprov NTT Akan Sewa Laboratorium PCR dari Pihak Swasta

Pemprov NTT memastikan akan menyewa fasilitas laboratorium untuk mempercepat pelaksanaan pemeriksaan sampel swab

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat 

Menurut Direktur RSUD Prof WZ Johannes Kupang, dr. Mindo Sinaga, kapasitas Laboratorium Biomolekuler rumah sakit tersebut hanya bisa memeriksa 282 sampel dalam dua atau tiga sift.

Saat ini, pemeriksaan sampel di laboratorium Biomolekuler itu tidak bisa mengimbangi kecepatan pengiriman sampel dari daerah. Hal tersebut juga disebabkan oleh petugas yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Sampel masih banyak dari Kabupaten, kapasitas terbatas, petugas juga terkonfirmasi (Positif Covid-19), sehingga kecepatan memeriksa tidak bisa kita imbangi," ujar dr Mindo Sinaga di Sentral oksigen Mini RSUD Prof WZ Johannes, Senin (1/2/2021) pagi.

Menurutnya, perlu adanya laboratorium lainnya di Flores dan Sumba agar dapat mengurangi penumpukan sampel PCR yang sedang terjadi.

"Karena rumah sakit Yohanes ini satu hari hanya bisa memeriksa 282 sampel dibagi dalam 2 sampai 3 sift, jadi butuh suport di Flores dan Sumba supaya bisa mengurangi (beban pemeriksaan sampel)," pungkas dia.

Gagasan pembangunan laboratorium di daerah bukan baru kali ini muncul. Pada awal masa pandemi covid-19, pemerintah sempat menjanjikan akan membangun laboratorium di wilayah Pulau Flores dan Pulau Sumba.

Gagasan itu juga telah disuarakan wakil rakyat di DPRD NTT. Sebut Wakil Ketua DPRD, Inche DP Sayuna, anggota komisi II Patris Lali Wolo dari Fraksi PDI Perjuangan, anggota Komisi V Yohanes Rumat dari Fraksi PKB hingga dr Christian Widodo dari Fraksi Demokrat Solidaritas Pembangunan telah meminta pemerintah untuk menguatkan penanganan Covid-19 di sisi hulu dengan tracing dan testing, termasuk membangun laboratorium di daerah mengingat NTT adalah provinsi kepulauan.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia, dr. Christian Widodo menyebut, dengan jumlah penduduk 5,3 juta jiwa maka tidak cukup NTT hanya memiliki Laboratorium Biomolekuler di RSUD Prof WZ Johannes Kupang serta Laboratorium Biomolekuler Kesmas di Rumah Sakit Penyangga Undana yang baru digunakan sejak 16 Oktober 2020.

Menurutnya, penambahan laboratorium di daerah dan perkuatan laboratorium Biokesmas menjadi sebuah keharusan untuk meningkatkan upaya pencegahan dengan tracing dan testing.

"Ini yang harus kita perkuat, cara perkuat bagaimana? Ya, menambah laboratorium kita yang bisa memeriksa swab PCR, swab Antigen termasuk di dalamnya, Lab Biokesmas," kata dr Christian saat dihubungi POS-KUPANG.COM. (Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved