Anggota DPRD NTT Minta Pemerintah "Perkuat" Laboratorium Biomolekuler Kesmas NTT
laboratorium yang difungsikan untuk melakukan pemeriksaan dengan metode pool test untuk surveilans.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Anggota DPRD NTT Minta Pemerintah "Perkuat" Laboratorium Biomolekuler Kesmas NTT
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Provinsi NTT diminta untuk memperkuat Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Provinsi NTT. Laboratorium yang terletak di Rumah Sakit Penyangga Undana Kupang itu merupakan laboratorium yang difungsikan untuk melakukan pemeriksaan dengan metode pool test untuk surveilans.
Menurut anggota Komisi V DPRD NTT, dr. Christian Widodo, Laboratorium Biomolekuler tersebut perlu "diperkuat" juga agar dapat memeriksa sampel antigen maupun PCR. Selain itu, fasilitas pendukung dan operasional laboratorium hasil kerjasama tiga pihak itu juga harus diperhatikan dengan baik agar dapat memberi manfaat maksimal.
Penguatan tersebut kata dr. Christian, sangat penting dalam proses testing sebagai bagian dari tiga mantra utama penanganan Covid-19.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia itu juga meminta pemerintah untuk menambah laboratorium di NTT. Pasalnya di provinsi dengan jumlah penduduk 5,3 juta jiwa ini hanya memiliki Laboratorium Biomolekuler di RSUD Prof WZ Johannes Kupang serta Laboratorium Biomolekuler Kesmas di Rumah Sakit Penyangga Undana yang baru digunakan sejak 16 Oktober 2020.
Menurutnya, penambahan laboratorium di daerah dan perkuatan laboratorium Biokesmas menjadi sebuah keharusan untuk meningkatkan upaya pencegahan dengan tracing dan testing.
"Ini yang harus kita perkuat, cara perkuat bagaimana? Ya, menambah laboratorium kita yang bisa memeriksa swab PCR, swab Antigen termasuk di dalamnya, Lab Biokesmas," kata dr Christian saat dihubungi POS-KUPANG.COM.
Ia sempat menyebut, jika Laboratorium Biomolekuler Kesmas Provinsi NTT mengalami kesulitan biaya operasional.
"Kita harus memperkuat lab ini. Mereka kesulitan dengan biaya operasional tiap bulan. Ini harus kita perhatikan," sambungnya.
Ia mengatakan, peningkatan kasus positif Covid-19 yang terjadi akibat dari pemerintah mengabaikan upaya preventif dengan tracing dan testing.
Menurutnya, penanganan kasus Covid-19 tidak harus mengabaikan treatment. Namun, pada saat bersamaan, upaya tracing dan testing harus diperkuat.
"Bahwa Kita masih banyak berkutat di masalah treatment, kita harus memperkuat tracing dan testing. Ini bukan mengabaikan treatment. Karena treatment itu hasil akhir dari tracing dan testing yang berjalan kurang baik," ujarnya.
Ia menyebut, jika upaya tracing dan testing berjalan bagus maka secara otomatis treatment akan berkurang.
"Itu pengalaman di negara besar yang penanganan Covid-19 mereka bagus karena tracing dan testing mereka kuat. Kapasitas untuk tracing dan testing bagus," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pool test Laboratorium Biomolekuler Kesmas Provinsi NTT, Dr. Dominggus Elcid Li mengaku, saat ini laboratorium juga memeriksa sampel perorangan selain sampel surveilans dengan metode pool test. Kemampuan pemeriksaan pool test di Laboratorium tersebut mencapai 320 sampel pool.