Breaking News
Sabtu, 25 April 2026

Teroris yang Terlibat di Indonesia Hambali dan Para Pelaku Bom Bali 1 Akan Diadili Secara Militer AS

Kasus penyelidikan atas peristiwa serangan bom di Indonesia tahun 2002 dan 2003 belum sepenuhnya berakhir.

Editor: Alfred Dama
dok. Tempo
Riduan Isamuddin, lebih dikenal dengan nama Hambali, pemimpin kelompok Jemaah Islamiyah dan diyakini sebagai perwakilan tertinggi Al-Qaeda di Indonesia. 

Baca Juga: Terjadi Sejumlah Insiden Ledakan hingga Kebakaran di Kamp Militer, Sistem Peluncur Rudal Nuklir Iran Siap Siaga, AS: Itu Peringatan, Bukan Latihan!

Mengutip New York Times, di penjara Guantanamo sudah sering terjadi 'program penyiksaan' oleh CIA, kelompok mata-mata dan intelijen AS.

Salah satu tahanan Guantanamo bernama Abu Zubaydah, warga kebangsaan Arab Saudi yang ditahan di Pakistan sejak Maret 2002 atas tuduhan sebagai letnan senior Osama bin Laden dan anggota senior posisi ketiga/keempat di Al Qaeda, membeberkan berbagai penyiksaan yang ia terima di Guantanamo.

Penyiksaan itu ia terima saat ia ditahan selama 4 tahun di tempat tersebut.

Abu Zubaydah menggambarkan dengan sketsa-sketsa mengerikan, salah satunya tunjukkan satu tahanan telanjang dan diikat ke brankas kasar, seluruh tubuhnya terkepal saat ia hampir ditenggelamkan oleh interogator yang tidak terlihat.

Baca juga: Calon Suami Ayu Ting Ting Hanya Karyawan Biasa, Terungkap Tempat Kerja  Adit Jayusman

Baca juga: Setelah 9 Tahun Bercerai, kini Jadi Pejabat, Nasib Mantan Istri Sahrul Gunawan Tolak Dipoligami

Baca juga: Merasa Sudah Punya Senjata Cukup, Iran kini Nantang Perang Amerika,  Bisa Hancurkan Kapal US Navy

Sementara yang lainnya tunjukkan pergelangan tangannya diborgol ke jeruji tinggi di atas kepalanya sampai ia terpaksa berjinjit karena sangat tinggi, lengkap dengan luka panjang dijahit di kaki kiri dan jeritan keluar dari mulutnya.

Ada lagi gambaran seorang penculik membenturkan kepalanya ke dinding.

Nyatanya, hal itu adalah yang disebut teknik interogasi yang ditingkatkan, digunakan AS untuk pengejaran Al Qaeda di penjara rahasia di luar negeri setelah serangan 11 September 2001.

Program interogasi tersebut mendapat persetujuan oleh administrasi Presiden George W. Bush kala itu.

Zubaydah menjelaskan jika teknik-teknik itu juga digunakan padanya di sebuah situs hitam CIA di Thailand, Agustus 2002.

Baru lebih dari 10 tahun kemudian, Senat AS temukan jika CIA berbohong mengenai efektivitas dan brutalitas program tersebut, administrasi Obama akhirnya membubarkan program tersebut.

Ironisnya, tuduhan atas Zubaydah sebagai letnan senior Al Qaeda rupanya tidak benar.

Kemudian setelah perdebatan internal apakah Zubaydah bersedia datang ke interogator FBI, FBI justru menyewa dua psikolog kontrak CIA untuk membuat program mengerikan.

Program itu melibatkan kekerasan, isolasi, kurang tidur untuk lebih dari 100 pria di situs rahasia tersebut, yang beberapa digambarkan sebagai ruang bawah tanah.*

Seagian artikel ini sudah tayang di intisari.Grid.ID dengan judul: Hampir Dibiarkan Membusuk di Salah Satu Penjara Terkejam di Dunia, Hambali dan Para Pelaku Bom Bali 1 Ini Kini Akan Diadili Secara Militer oleh Pentagon AS, Ini Kekejian Penjara Guantanamo AS https://intisari.grid.id/read/032523020/hampir-dibiarkan-membusuk-di-salah-satu-penjara-terkejam-di-dunia-hambali-dan-para-pelaku-bom-bali-1-ini-kini-akan-diadili-secara-militer-oleh-pentagon-as-ini-k?page=all

Sumber: Grid.ID
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved