Breaking News:

Sampah Membludak di Hamparan Pantai Warna Warni Oesapa

Lokasi Pantai Warna Warni Oesapa adalah salah satu tempat wisata di Kota Kupang yang saat ini dihuni oleh banyak jenis sampah

Penulis: Ray Rebon | Editor: Kanis Jehola
Sampah Membludak di Hamparan Pantai Warna Warni Oesapa
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Sampah-sampah yang berserakan dihamparan pantai warna warni oesapa, Sabtu (30/1/2021)

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Lokasi Pantai Warna Warni Oesapa adalah salah satu tempat wisata di Kota Kupang yang saat ini dihuni oleh banyak jenis sampah yang terbentang sepanjang hamparan pantai tersebut.

Diaaksikan POS-KUPANG.COM, Sabtu (30/1), pantai yang awalnya indah dihiasi banyaknya lampu di lapak-lapak dan cafe-cafe di bentaran pantai di musim kemarau, namun kali ini rusak suasana pemandangannya oleh karena banyak sampah yang berceceran di pinggiran pantai ini, hingga menutupi pasir pantai pada musim penghujan.

Terlihat banyaknya sampah ini adalah mungkin hasil bawaan oleh gelombang air laut.

Baca juga: Petugas Karantina Pertanian SBD Gagalkan Penyelundupan Daging Babi Ilegal

Sampah yang membludak di hamparan pantai warna warni ini, bermacam-macam jenis, dimulai dari jenis sampah plasti, hingga kayu-kayu kering pun bersandar di pinggiran pantai ini.

Selain sampah-sampah yang menghiasi hamparan pantai warna warni, keadaan lapak-lapak mapun cafe di pinggiran pantai pun sebagian di tutup gunakan terpal untuk menyelamtkan barang jualan dari hujan disertai angin kencang.

Baca juga: Tais Marobo, Busana Adat Malaka Pesona Muda Mudi Malaka

Faisal, salah satu penjual yang sedang berjualan saat ditemui Pos Kupang.Com mengatkan, curah hujan disertai angin kencang dalam minggu ini membuatnya takut untuk berjualan. Namun karena untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dalam keluarga, maka ia harus tetap berdagang di lokasi tersebut.

Lanjutnya, selain merasa takut dan panik, ia pun mengantisipasi agar barang jualannya tidak rusak akibat hujan dan angi kencang, maka bagian belakang dan samping tempat dagangannya, ditutupi kemggunakan lembaran terpal.

Ia mengungkapkan bahwa, cuaca di lokasi ini yang ditakutinya adalah memasuki bulan februari atau memasuki tahun baru cina (imlek), karena disaat itu, caucanya akan tambah ekstrim dengan hujan disertai angin kencang dan gelombang di laut yang sangat besar. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved