Rumah Warga Dusun Kalibada Silawan Kabupaten Belu Sering Terendam Banjir

udah dibangun tembok penahan gelombang sejak beberapa tahun lalu sehingga menjamin kenyamanan masyarakat dari ancaman gelombang. 

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Warga bersama prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 744/SYB bergotong royong membersihkan lumpur di jalan utama Motaain-Atapupu, Desa Silawan, Kabupaten Belu, Senin (4/1/2021). 

Rumah Warga Dusun Kalibada Silawan Kabupaten Belu Sering Terendam Banjir

POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Sekitar 12 rumah di Dusun Halibada, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu sering terendam banjir. Kondisi ini akibat luapan air hujan dari drainase. 

Hal ini dikatakan Kepala Desa Silawan, Fernandes Kali saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Sabtu (30/1/2021). Menurut Fernandes, wilayah yang sering mendapat bencana ringan seperti rumah terendam banjir adalah Dusun Halibada sekitar 12 rumah. Rumah warga berada dekat jalan di dataran rendah dan sedikit legong sehingga saat banjir terjadi luapan ke rumah warga.

Kondisi ini lantaran drainase di jalan utama Motaain-Atapupu tidak berfungsi dengan baik dan deker pembuangannya tidak berfungsi optimal. 

"Disitukan daerah rendah dan ada jalan raya. Mereka (pemerintah-Red) hanya bangun deker, mestinya jembatan supaya agak tinggi. Ketika banjir dari gunung datang, air meluap karena deker tidak besar apalgi kalau sudah tertutup sampah. Akhirnya air meluap dan merendam rumah warga", kata Fernandes.

Menurut Fernandes, kejadian banjir merendam rumah warga di Dusun Halibada baru terjadi lagi tahun 2021. Dua tahun sebelumnya tidak ada karena curah hujan rendah. 

Fernandes mengatakan, pemerintah desa sudah mengusulkan kepada pemerintah Kabupaten agar bisa membangun jembatan di lokasi itu sehingga saat musim hujan, banjir mengalir lancar. 

Ditanya potensi bencana abrasi, Kades Fernandes mengatakan, sejauh ini bencana abrasi belum terjadi di wilayah Desa Silawan. Ada 100 lebih KK dari dua dusun yang tinggal di daerah pesisir pantai namun belum pernah mengalami bencana abrasi selama dua tahun terakhir.

"Warga yang tinggal di daerah pesisir ada dua dusun sekitar 100 lebih KK. Untuk bencana abrasi belum ada. Terus kita di Motaain ini, gelombamg tidak terlalu tinggi juga", tutur Fernandes. 

Fernandes menambahkan, untuk  mengantisipasi abrasi, pemerintah desa dan pemerintah kabupaten biasa melakukan penanaman manggrove di pesisir pantai. Baru-baru ini, katanya, dari pemerintah kabupaten bersama pemdes Silawan menanam pohon manggrove di pantai Motaain. 

Untuk daerah seperti lapangan Motaain sudah dibangun tembok penahan gelombang sejak beberapa tahun lalu sehingga menjamin kenyamanan masyarakat dari ancaman gelombang. 

Fernandes juga berharap kepada pemerintah kabupaten dan provinsi untuk memperhatikan infrastruktur penanganan bencana di daerah pesisir. Selain menjaga ekosiatem di pesisir juga bisa dibangun tembok penahan gelombang. 

Diberitakan Pos Kupang.Com, Senin (4/1/2021), warga bersama prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 744/SYB bergotong royong membersihkan lumpur yang tertimbun di jalan utama Motaain-Atapupu, Kabupaten Belu. 

Lumpur yang dibawa banjir itu menumpuk di badan jalan hingga menutup badan jalan sekitar belasan meter dan tebalnya hampir 10 centimeter. Selain lumpur, sampah lainnya juga beserakan di badan jalan. Kondisi ini persis berada di jalan utama Motaain-Atapupu tetapnya di Dusun Halibada, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Baca juga: DPRD Kabupaten TTS Dukung Penuh Rencana Pembelian Mesin Swab PCR

Baca juga: PERINGATAN! Penyakit Kusta Sedang Naik di Indonesia Sebagain Besar Diderita Anak-anak, Kutukan?

Selain lumpur menutup aspal, rumah warga juga terendam banjir selama air belum surut. Kondisi membuat warga tidak nyaman. Setiap kali hujan deras di daerah gunung, pasti mereka menerima dampaknya. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved