Pendonor Plasma, Yeremia Nappoe Rasakan 3 Efek Saat Mendonor 

Kota Kupang ternyata bersedia mendonorkan plasma demi kesembuhan pasien - pasien yang semakin hari semakin banyak.

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Penyintas Covid-19 sekaligus pendonor plasma, Yeremia Nappoe.   

Pendonor Plasma Yeremia Nappoe Rasakan 3 Efek Saat Mendonor 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Belakangan kebutuhan plasma konvalesen untuk didonorkan kepada penderita Covid-19 semakin meningkat.

Plasma konvalesen sendiri merupakan plasma darah yang diambil dari pasien yang sudah sembuh dari suatu infeksi dalam hal ini Covid-19, yang darahnya mengandung antibodi terhadap virus tersebut.

Para penyintas yang ada di Kota Kupang ternyata bersedia mendonorkan plasma demi kesembuhan pasien - pasien yang semakin hari semakin banyak.

Salah satu penyintas Covid-19 sekaligus pendonor plasma, Yeremia Nappoe mengungkapkan, saat mendonorkan plasma darahnya, Yerry mengalami beberapa efek.

"Efeknya sedikit keram di bibir saat donor, wedikit lemas dan ngantuk," ungkapnya pada Jumat (29/01/2021).

Yerry sendiri mendonorkan plasmanya karena ingin membantu para penderita Covid-19 yang sedang berjuang untuk sembuh.

"Baru 1 kali donor plasma, niatnya bantu orang sakit," jelasnya.

Kepada pasien Covid-19 yang sementara dirawat Yerri berpesan untuk terus berdoa dan tidak khawatir atau takut yang berlebihan karena akan membuat imun tubuh menurun.

Selain itu, kata Yerri, pasien harus selalu berpikir positif karena hati yang gembira adalah obat.

Yerri juga memberikan pesan kepada masyarakat untuk patuh dan taat melakukan protokol kesehatan.

"Covid memang ada sehingga jangan diremehkan," ujar Yerri.

Baca juga: Sempat Terjadi Tarik Ulur Pasien Covid-19 di Sumba Timur Akhirnya Dimakamkan Secara Prokes

Baca juga: Bupati Ngada Resmikan Aula Multiguna Ine Sina Menjadi Mall Pelayanan Publik

Baca juga: Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Tanah Labuan Bajo Imbo Tulung Nilai Dakwaan Jaksa Masih Prematur

Baca juga: Update Kasus Covid 19 di Kabupaten TTS, Naik Jadi 147 Kasus

Baca juga: Pemkab Manggarai Timur Sudah Terima Dosis Vaksin Covid-19 Tahap Pertama Dari Pemprov NTT

"Taatilah protokol kesehatan selagi dalam kondisi sehat sebab ketika sakit baru terapkan prokes, akan terasa menyakitkan karena diasingkan," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved