Timor Leste Tak Ada Apa-apagi Sejak Merdeka dari Indonesia, Kini Dapat Sumbangan Uni Eropa
Timor Leste lepas dari Indonesia dalam keadaan hancur setelah wilayah itu dibumihanguskan oleh kelompok yang menolak
Timor Leste Tak Punya Apa-apagi Sejak Merdeka dari Indonesia, Alamnya Ancur, kini Dapat Sumbangan Uni Eropa
POS KUPANG.COM -- Timor Leste lepas dari Indonesia dalam keadaan hancur setelah wilayah itu dibumihanguskan oleh kelompok yang menolak memisahkan diri dari Indonesia
Sementara itu alamnya yang tandus membuat wilayah itu langsung masuk dalam kelompok negara miskin
Sejak merdeka dari Indonesia, Timor Leste menghadapi berbagai permasalahan termasuk ekonomi hingga kerusakan alam.
Namun, berkat sebuah program, masalah kerusakan alam Timor Leste lambat laun berkurang dan bahkan negara itu kini berjualan 'kredit karbon'.
Kredit karbon adalah perdagangan emisi antar negara di mana negara yang emisi karbonnya rendah bisa menjual porsi emisi yang belum digunakan ke negara yang tingkat emisinya melebihi rata-rata.
Baca juga: Kiwil Percaya Diri Yakin Dirinya Ganteng Nggak Ketulungan, Sampai Tak Ambil Pusing Dicerai Rohimah
Baca juga: ANCAMAN Tegas China, Kemerdekaan Taiwan Berarti Perang, Tiiongkok Siap Serbu Taipe
Baca juga: ISRAEL Rencanakan Serangan Besar Mematikan ke Iran, Kini Upgrade Kemampuan Militer, Ini Strateginya
Baca juga: Krisdayanti Dikabarkan Keluargan Dana Rp 200 Juta untuk Operasi Plastikk, Ini Wajahnya Tanpa Makeup
Bagaimana semua itu bermula?
Berada di wilayah ketinggian di pegunungan Timor Leste, sekelompok petani subsisten mendapatkan penghasilan untuk bertahan hidup dengan menanam pohon untuk menentukan nasib masa depan sendiri dan komunitas.
Melansir World Economic Forum, Selasa (26/1/2021), program hutan kemasyarakatan WithOneSeed dimulai di Baguia, Timor Leste, pada tahun 2009.
Itu merupakan satu-satunya program penggantian kerugian karbon masyarakat bersertifikat Standar Emas (Gold Standard) di wilayah tersebut.
Sebagai usaha sosial masyarakat, WithOneSeed mendirikan pembibitan tanaman berbasis desa untuk menanam bibit dan kemudian memberikan insentif tahunan kepada pemilik lahan kecil untuk menghutankan kembali tanah mereka dengan menanam dan memelihara pohon.
Lebih dari 980 petani subsisten menjadi bagian dari program ini, yang memungkinkan mereka memperoleh penghasilan sambil mengambil tindakan nyata terhadap perubahan iklim.
WithOneSeed membuat empat komitmen:
- untuk mengatasi kerusakan lingkungan melalui reboisasi masyarakat;
- untuk membangun ekonomi desa melalui pembayaran kepada petani pemilik lahan kecil yang menanam dan memelihara pohon hutan;