BOROK Ahok Mulai Terkuak, Rustam Efendi Ungkap Mengapa Harus Mundur dari Wali Kota Jakarta Utara

Rustam Efendi mengatakan, ia terpaksa melakukan itu karena berbeda pandangan dengan Ahok soal rencana penertiban di salah satu wilayahnya saat itu.

Editor: Frans Krowin
Warta Kota.Com
Rustam Effendi saat menjabat Walikota Jakarta Utara menghadiri sidang perdana Yustisi Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lantai II Gedung Yos Sudarso, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/3/2016). 

BOROK Ahok Mulai Terkuak, Rustam Efendi Ungkap Mengapa Harus Mundur dari Wali Kota Jakarta Utara

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Suasana politik di Jakarta kini mulai memanas setelah salah seorang kader Partai Gerindra meminta Anies Baswedan mundur dari jabatan Gubernur DKI Jakarta.

Bak berbalas pantun, mantan Wali Kota Jakarta Utara, Rustan Efendi, kini mengungkap fakta mengapa harus mundur dari jabatan yang diembannya ketika Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama memimpin Jakarta.

Fakta tentang dinamika politik di Jakarta ini memanas semenjak Presiden Jokowi mengangkat Tri Rismaharini jadi Menteri Sosial yang selanjutnya rajin sekali melakukan blusukan kepelosok-pelosok kota Jakara.

Rustam Efendi mengungkapkan, pada tahun 2016, ia mengundurkan diri dari Jabatan Wali Kota Jakarta Utara saat pemerintahan DKI dipegang oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Rustam Efendi mengatakan, ia terpaksa melakukan itu karena berbeda pandangan dengan Ahok soal rencana penertiban di salah satu wilayahnya saat itu.

"Ya saat saya mundur dari Wali Kota Jakarta Utara itu ada beda pemahaman dengan Pak Gubernur. Polanya sama tapi hanya memang strateginya yang berbeda," kata Rustam Effendi ditemui beberapa waktu lalu.

Ia menghendaki proses penertiban itu dilakukan dengan pola tertentu, yaitu didahului dengan  pendekatan secara persuasif.

Hanya saja, Ahok saat ini meminta untuk segera dilakukan upaya penertiban.

Atas dasar beda pandangan ini, Rustam pada akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatan Wali Kota Jakarta Utara.

"Saat itu pimpinan meminta secepatnya, soal urusan diselesaikan belakangan. Saya bilang itu tidak bisa pak, nah hal ini yang jadi pangkal perbedaan pandangan," katanya.

Meski sempat mengundurkan diri sebagai Wali Kota Jakarta Utara saat kepemimpinan Ahok, hubungan Rustam dengan Ahok tetap terjalin baik.

Bahkan Rustam mengaku masih menjaga silahturami dan berkomunikasi dengan mantan Gubernur DKI itu.

"Sampai sekarang saya malah masih kontak kontakan dengan mantan pak Gubernur. Saya waktu beliau ulang tahun juga saya masih WA, masih komunikasi. Dia jawab juga. Waktu mundur juga saya lakukan baik-baik," ujarnya.

Prinsip Rustam, ia akan melakukan hal yang memang dianggap baik.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved