Kasus Covid NTT Mengkhawatirkan, Ini Strategi Yang Akan Dilakukan Pemprov NTT
Kasus aktif dalam satu bulan terakhir meningkat 2 kali lipat dari total kasus pada Desember 2020.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Kasus Covid NTT Mengkhawatirkan, Ini Strategi Yang Akan Dilakukan Pemprov NTT
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kasus positif Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat drastis pada awal 2021. Kasus aktif dalam satu bulan terakhir meningkat 2 kali lipat dari total kasus pada Desember 2020. Terhitung sebanyak 45,9 persen kasus positif Covid-19 itu muncul pada Januari 2021.
Berdasarkan data Gusus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, total kasus positif Covid-19 mencapai 4.596 kasus pada Selasa (26/1). Angka itu terjadi setelah terjadi penambahan sebanyak 150 kasus hari itu.
Atas kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT akan segera melakukan langkah-langkah konkrit untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19 yang oleh sebagian kalangan dinilai telah memasuki fase gawat darurat. Pemerintah Provinsi NTT bahkan telah melakukan pertemuan teknis bersama dengan Pemerintah Kota Kupang pada Rabu (27/1) pagi untuk mengambil langkah taktis terkait hal ini.
Sekda NTT, Ir Benediktus Polo Maing menjelaskan, perkembangan kasus positif Covid-19 yang terjadi di NTT masih cukup tinggi. Penambahan kasus positif didominasi oleh kasus baru yang muncul di Kota Kupang. Ia menyebut, Kota Kupang berkontribusi terhadap sekitar 50 persen dari peningkatan kasus positif Covid-19 tersebut.
"Kalau ikuti data, masih cukup tinggi yang terpapar Covid-19 positif. Total ada 4.596 kasus dan sebanyak sembuh 2. 189 sementara sebanyak 2.282 masih menjalani perawatan dan karantina," kata Sekda Polo Maing saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Lobi Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Rabu (27/1).
"Kalau cermati daya pertambahan ini, khusus kota Kupang berkontribusi kurang lebih 50 persen dari peningkatan ini," tambah Sekda Polo Maing yang didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTT, Samuel Rebo dan Karo Tatapem, Doris A. Rihi.
Dengan melihat tren tersebut, kata Sekda Polo Maing, pemerintah provinsi memandang perlu untuk mengambil dan melakukan langkah bersama Pemerintah Kota Kupang untuk memotong mata rantai dan mengurangi percepatan pertumbuhan kasus positif tersebut hingga tidak lagi ada tambahan kasus baru.
Secara prinsipil, skenario penanganan Covid-19 yang akan dilakukan meliputi upaya pencegahan agar tidak ada lagi orang yang terpapar dan upaya menangani orang terpapar.
Pencegahan, kata Sekda Polo Maing, dilakukan dengan penegakan protokol kesehatan 3 m yakni mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sementara, menangani orang terpapar dilakukan melalui upaya menunda paparan dengan tracing dan testing, kemudian melakukan treatment untuk menyembuhkan pasien baik dengan isolasi mandiri maupun perawatan di rumah sakit.
"Langkah strategis harus dilakukan untuk memastikan bahwa beberapa minggu kedepan akan terjadi perlambatan secara signifikan dan kita menuju kepada (kondisi) jangan ada pertumbuhan dan penularan Covid 19 lagi," beber Sekda Polo Maing.
Ia mengurai, strategi yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi NTT bersama dengan Pemerintah Kota Kupang adalah memperbanyak mata rantai penyebaran Covid-19 yang harus diputuskan dan mempercepat upaya pemutusan mata rantai itu. Selain itu, membatasi orang untuk menularkan virus Covid-19.
Strategi itu, kata Sekda Polo Maing, dijabarkan dalam tiga tindakan teknis yakni penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 secara masif, segera melakukan tracing dan testing sebanyak banyaknya serta memperketat isolasi pasien.
"Ini semua kita lakukan bersama dengan kota (Pemkot Kupang)," ujar Sekda Polo Maing.
Pemerintah Provinsi NTT telah bersepakat dengan pemerintah Kota Kupang untuk membentuk dua tim teknis. Tim pertama adalah tim penegakan disiplin protokol Covid di kota Kupang. Sementara tim kedua adalah tim tracing, screen dan isolasi Covid 19.