TERUNGKAP, FPI Biayai Aktivitas di Luar Negeri, Aziz Yanuar Membenarkannya: Tapi Bukan Untuk Teroris

"Level FPI kan internasional memang, jadi wajar ketika dipercaya oleh masyarakat internasional," ucap Aziz kepada Tribunnews, Senin (25/1/2021).

Editor: Frans Krowin
Warta Kota.com
Rekening bank milik FPI diblokir pemerintah pasca organisasi tersebut dinyatakan dilarang oleh pemerintah. Kini terungkap ternyata FPI turut membiayai sejumlah aktivitas internasional. 

Hal itu ia sampaikan saat menjadi bintang tamu dalam perbincangan di kanal YouTube Deddy Corbuzier berjudul, 'FPI Habis Sudah, Bongkar Gerak Maut Mahfud MD.'

"Kalau dikaitkan dengan terorisme kan bahaya, dan PPATK mensinyalir ada yang itu."

"Saya sudah telepon-teleponan, tolong jangan sampai ada melanggar HAM."

"Kalau orang-orang sumbang biasa kan enggak apa-apa."

"Namanya orang nyumbang enggak dilarang. Kalau ada kaitannya kriminil kita ungkap," tutur Mahfud MD.

Mahfud MD mengakui rekening milik FPI tengah dibekukan dan dilacak transaksinya oleh pihak PPATK.

Hal itu sebagai bentuk pengawasan usai organisasi tersebut dilarang oleh pemerintah.

Sementara, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae mengatakan, terdapat transaksi ke luar negeri dalam rekening Front Pembela Islam (FPI).

"Iya itu betul," ujar Dian kepada Tribunnews, Senin (25/1/2021).

Dian membenarkan adanya transaksi ke luar negeri dari rekening FPI.

Namun, PPATK belum dapat menyimpulkan apa-apa terkait transaksi tersebut.

Sebab, menurut Dian, transaksi itu biasa dalam suatu organisasi.

"Analisis dan pemeriksaan masih berlangsung."

"Analisis dan pemeriksaan PPATK bersifat komprehensif, artinya termasuk transaksi dalam dan luar negeri."

"Bukan hanya untuk FPI ya, setiap kasus apa pun yang PPATK tangani," tutur Dian.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved