Tuan Guru Bajang

Tuan Guru Bajang Ingatkan Jangan Pernah Politisasi Agama, Namun Ini yang Terjadi, Berbahaya?

Tuan Guru Bajang Ingatkan Jangan Pernah Politisasi Agama, Namun Ini yang Terjadi, Buruk dan Berbahaya?

Editor: Gordy Donofan
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) saat mengunjungi Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (12/7/2018). 

Tuan Guru Bajang Ingatkan Jangan Pernah Politisasi Agama, Namun Ini yang Terjadi, Buruk dan Berbahaya?

POS-KUPANG.COM -- Tuan Guru Bajang Ingatkan Jangan Pernah Politisasi Agama, Namun Ini yang Terjadi, Buruk dan Berbahaya?

Tuan Guru Bajang mengingatkan, politisasi agama untuk menangi kontestasi politik akan berdampak buruk dan berbahaya.

Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia TGB Muhammad Zainul Majdi mengingatkan bahwa politisasi agama semata untuk mendapatkan kekuasaan atau memenangkan kontestasi politik akan berdampak buruk dan berbahaya.

Baca juga: Polemik Siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang yang Dipaksa Memakai Jilbab, Andre Rosiade Bilang Begini

Baca juga: Ikatan Cinta Malam ini 24 Januari, Al Dibakar Api Cemburu Saat Dengar Andin BIcara Dengan Rafael 

Baca juga: Kapan Kartu Pra Kerja Gelombang 12 Mulai Dibuka? Silakan Cek dan Lengkapi Persyaratan Berikut Ini

"Menurut saya, politisasi agama bentuk paling buruk dalam hubungan agama dan politik," katanya, saat webinar Moya Institute bertema "Gaduh Politisasi Agama", Kamis (19/11/2020).

Sekelompok kekuatan politik, kata Zainul Majdi, menggunakan sentimen keagamaan untuk menarik simpati kemudian memenangkan kelompoknya.

Zainul Majdi mengatakan, menggunakan sentimen agama dengan membuat ketakutan pada khalayak ramai. Menggunakan simbol agama untuk mendapatkan simpati

TGB memaknai politisasi agama merupakan pemanfaatan agama semata untuk mendapatkan kekuasaan atau memenangkan kontestasi politik, atau agama jadi instrumen untuk mendapatkan hasil politik.

Namun, kata Ketua Umum Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) itu, politisasi agama juga bisa baik kalau nilai-nilai mulia agama menjadi prinsip dalam berpolitik, sebagaimana yang dilakukan para pendiri bangsa ini.

"Maka politik menjadi hidup dan bagus karena ada nilai agama," kata mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat itu.

Melihat kejadian akhir-akhir ini, TGB menilai ada kelompok tertentu mempolitisasi agama dengan tujuan politik, murni untuk mencapai kekuasaan.

"Kita perlu literasi, perlu penegasan bahwa politik bagian dari muamalah, politik bukan akidah," tegas TGB.

Intelektual Muhammadiyah yang juga Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruqutni mencontohkan apa yang dilakukan Rizieq Shihab merupakan bagian dari politisasi agama.

"Kalau Rizieq mungkin mengatakan bukan (politisasi agama). Tapi kalau kita mengatakan iya," kata Imam.

Masih dalam forum yang sama, intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Cholil Nafis mengatakan, apa yang terjadi akhir-akhir ini bukan karena kegagalan NU dan Muhammadiyah dalam membimbing umat, tetapi lebih pada kegagalan orang yang ingin membawa isu liberal.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved