Breaking News:

Kasus Covid-19 Makin Tinggi, PPKM Diperpanjang Jalani Ibadah dari Rumah

penyebaran covid-19 semakin tak terkendali, maka Pemkot Kupang kembali memperpanjang PPKM hingga dua minggu kedepan.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Ernest Ludji 

Kasus Covid-19 Makin Tinggi, PPKM Diperpanjang, Jalani Ibadah dari Rumah

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Kota Kupang terus berupaya untuk menekan laju penyebaran kasus positif Covid-19 di kota Kupang.

Salah satunya dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak (13/1) hingga (25/1l).

Namun mengingat penyebaran covid-19 semakin tak terkendali, maka Pemkot Kupang kembali memperpanjang PPKM hingga dua minggu kedepan.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19, Ernest Ludji, mengatakan PPKM pada tahap dua kali ini, pengawasan dan pembatasan lebih diperketat. Semua perayaan maupun ibadah keagamaan di kota Kupang ditiadakan.

Dimana sebelumnya di tahap pertama jamnya dibatasi kapasitasnya.

"Pada tahap dua PPKM, semua perayaan ibadah ditiadakan. Menjalani atau mengikutinya dari rumah, baik untuk sholat Jumat, misa, maupun ibadah keagamaan lainnya. Pemerintah meminta kerja sama dan pengertian baik dari para pemuka agama terkait kebijakan ini," tuturnya.

Perpanjangan PPKM ini, kata Ernest, berdasarkan keputusan rapat pak Wali Kota untuk memperpanjang PPKM tahap satu yang berakhir pada besok (Senin), kemudian dilanjutkan (26/1) selama dua minggu.

Dalam mendukung PPKM ini, kata Ernest, pemerintah akan meningkatkan dan memperketat operasi Protokol Kesehatan  (Prokes) kasih, termasuk menempatkan para petugas gabungan di lima gerbang masuk Kota Kupang. Pemerintah juga mengaktifkan kembali call center covid-19 yang berkantor di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang.

"Upaya ini ditempuh pemerintah mengingat penyebarannya semakin meningkat. Per harinya mencapai 50-an kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19, bahkan pada mencapai 116 pasien," tuturnya.

Dijelaskan lebih lanjut, kapasitas rumah sakit di Kota Kupang, tidak lagi menampung pasien covid-19 untuk menjalani masa isolasi. Oleh karena itu, pemerintah kota tengah berupaya bekerja sama dengan sejumlah hotel di kota ini untuk dijadikan ruang isolasi mandiri.

Baca juga: Pemda TTS Berlakukan PPKM, Rumah Makan dan Swalayan Hanya Dibuka Sampai Jam 6 Sore

Baca juga: Tolak Pemakaman Protap Covid-19,  Keluarga di Rote Ndao Ambil Paksa Jenazah

Dalam memperketat pengawasan, Pemerintah Kota Kupang terus melakukan Operasi Prokes Kasih di pusat-pusat perbelanjaan, toko dan warung-warung. Operasi tersebut dipimpin langsung Asisten I Sekda Kota Kupang, Agus Ririmasse. Dimana dijumpai masih banyak swalayan dan warung-warung yang tidak taat prokes dan PPKM. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved