Masyarakat Sumba Timur Diminta Ikut Berperan Cegah DBD 

partisipasi masyarakat dalam mencegah penyakit DBD.Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah PSN.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Jonker Telnoni. 

Masyarakat Sumba Timur Diminta Ikut Berperan Cegah DBD 

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Masyarakat Sumba Timur diminta untuk ikut berperan dalam pencegahan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sampai saat ini sudah ada lima kasus DBD dan tidak ada kasus kematian.

Hal ini disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha, S.KM melalui Kepala Bidang (Kabid) P2P, Jonker Telnoni, S. KM, Jumat  (22/1/2021).

Menurut Jonker, pihaknya tetap meminta partisipasi masyarakat dalam mencegah penyakit DBD.
Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah PSN.

Tentang jumlah kasus tahun 2021, Jonker mengatakan, sampai saat ini sebanyak lima kasus. 

Sedangkan di tahun 2019 itu memang terjadi kejadian luar biasa (KLB) DBD di Sumba Timur.

"Tahun 2019 itu,  kasus DBD 895 kasus dengan 18 kasus meninggal dunia dan tahun 2020 kita berhasil tekan angka kasus hingga 70 kasus tanpa kematian," kata Jonker.

Dikatakan, yang juga disyukuri di adalah bahwa kecepatan menemukan kasus sekaligus penanganannya. Jika dibandingkan di tahun 2019, maka agak lambat menemukan kasus dan juga pasien datang dalam kondisi yang kritis sehingga pontensi meninggal dunia tinggi.

"Saat ini kita cepat menemukan kasus karena kita gencar lakukan promosi kesehatan dengan melibatkan semua pihak. Baik itu pemerintah, swasta ,lembaga agama dan lainnya," katanya.

Jonker mengakui, upaya pengendalian di masyarakat, yakni selain promosi kesehatan yang dilakukan juga dengan PSN, yaitu membuang sisa- sisa air di kaleng atau media-media yang dapat  menampung air.

Baca juga: Danrem 161/Wira Sakti Terima Audiensi Danpussenarhanud

Baca juga: Begini Penampilan Selvi Ananda Waktu Pacaran Sama Gibran, Menantu Jokowi Bikin Syok Ini Foto-fotonya

Baca juga: Naik lagi, Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di TTS Jadi 130 Kasus

"Jadi sejak awal tahun 2020  kita sudah gencar sosialisasi supaya masyarakat lakukan PSN dan memang cukup memberikan hasil," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved