Laut China Selatan

Begini Kondisi Luat China Selatan Setelah Kemenangan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Ada Apa?

Begini Kondisi Luat China Selatan Setelah Pelantikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Ada Apa?

Editor: Gordy Donofan
https://williambowles.info/
Situasi terkini di Laut China Selatan. 

Begini Kondisi Luat China Selatan Setelah Pelantikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Ada Apa?

POS-KUPANG.COM -- Begini Kondisi Luat China Selatan Setelah Pelantikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Ada Apa?

Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden memenangkan kursi kepresidenan Amerika Serikat (AS).

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia memandang, terpilihnya Biden sebagai Presiden AS, tetap tidak akan signifikan mengubah kebijakan AS di indonesia.

Baca juga: Begini Kondisi Rumah Putra Sulung Jokowi, Rakabuming yang Jarang Diketahui Publik, Ada yang Unik?

Baca juga: Hotman Paris ke Bali Kunjungi Warung Makan Milik Artis Peran Ini, Lalu Sampaikan Pesan Tak Terduga

Baca juga: KURSI KABARESKRIM-Intip Istri Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada Setia Dampingi Suami,CalonKabareskrim

Menurut Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Partai Gelora Henwira Halim, sejak Barack Obama menjadi Presiden AS hingga Donald Trump, kebijakan AS terhadap Indonesia AS tidak berubah.

"Tetapi impact (dampaknya, red) pada Indonesia dengan terpilihnya Biden akan membuka lebih banyak ruang untuk negosiasi antara AS dan RRC (China, red). Dimana Indonesia akan memiliki kesempatan Lebih besar untuk berperan penting meredakan ketegangan di kawasan," kata Henwira melalui keterangannya, Minggu (8/11/2020).

Menurut Henwira, ketegangan antara AS dan China akan tetap betlanjut dalam hal unjuk kekuatan pertahanan dan militer.

AS tetap akan menggelontorkan anggaran besar untuk mengimbangi kekuatan militer China.

"AS selalu memandang harus ada perimbangan terhadap perkembangan militer RRC terutama aktivitas mereka di Kawasan Laut China Selatan. Kerjasama pertahanan ini yang harus dimanfaatkan betul Indonesia," katanya.

Henwira mengatakan, AS memandang Indonesia sebagai jangkar ASEAN yang berpotensi sebagai sekutu untuk mengimbangi kekuatan negeri tirai bambu di Laut China Selatan.

Indonesia dinilai AS dan juga China merupakan negara ASEAN yang memiliki kredibilitas tinggi sebagai negara yang netral.

"Karena itu, Indonesia bisa berkontribusi meredakan ketegangan antar kedua kekuatan global tersebut, AS dan China. Indonesia harus aktif melakukan pendekatan kepada keduanya untuk mencari cara pendekatan alternatif yang dapat mengurangi ketegangan militer," ujarnya.

Ketua Hubungan Luar Negeri Partai Gelora ini menegaskan, Indonesia punya peran strategis untuk menyelesaikan konflik di Laut China Selatan.

Sehinggga Indonesia harus bisa menjawab tantangan kepemimpinan ASEAN dalam mencari solusi damai.

"Jadi Indonesia punya peran strategis untuk lebih aktif berdiplomasi melakukan engagement (keterikatan, red) bukan saja ke ASEAN, tapi juga ke RRC untuk  mencari cara-cara  damai menyelesaikan sengketa wilayah di kawasan Laut China Selatan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved