Menantu Jokowi Habiskan Rp 15 Miliar Saat Pilkada, Refly Harun Ungkapkan Ini ke Bobby Nasution

Dalam Pilkada serentak itu, putera sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju di Solo, sementara menantunya maju di Pilkada Medan.

Editor: Frans Krowin
KOMPAS.com/Instagram Kahiyang Ayu
Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu 

Menantu Jokowi Habiskan Rp 15 Miliar Saat Pilkada, Refly Harun Ungkapkan Ini ke Bobby Nasution

POS-KUPANG.COM -- Pilkada Serempak di Indonesia, telah usai sejak 9 Desember 2020 lalu. Meski demikian, euforianya masih terasa sampai sekarang.

Dalam Pilkada serentak itu, putera sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju di Solo, sementara menantunya maju di Pilkada Medan, Sumatera Utara.

Sampai Pilkada selesai yang ditandai dengan kemenangan Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, kini mulai terungkap satu persatu total dana yang dihabiskan selama pilkada tersebut.

Untuk Pilkada yang diikuti Bobby Nasution, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 15 miliar. 

Besarnya biaya pilkada yang dikeluarkan mantu Jokowi itu langsung ditanggapi pakar hukum tata negara, Refly Harun. 

Gibran Rakabuming Raka saat berbicara dalam acara Banteng Muda Indonesia (BMI) di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Minggu (10/11/2019).
Gibran Rakabuming Raka saat berbicara dalam acara Banteng Muda Indonesia (BMI) di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Minggu (10/11/2019). (KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari)

Untuk diketahui, dana kampanye Mantu Jokowi, yakni Bobby Nasution diterbitkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan. 

Pengeluarannya hingga Rp 15.440.079.208.

Bobby Nasution berpasangan dengan kader Partai Gerindra Aulia Rachman.

Mantu Jokowi ini sebagai pemenang Pilkada Medan.

Mereka mendapat suara lebih banyak dari Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

Dari hasil rekapitulasi Pilkada Kota Medan, Bobby Nasution - Aulia Rachman meraih sebanyak 393.327 suara atau 53,45 persen.

Sedangkan Akhyar-Salman hanya meraih 342.580 suara atau 46,55 persen.

Dana kampanye Bobby Nasution lantas mengundang komentar dari Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menanggapi berita perihal besaran biaya Pilkada Mantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution.

Refly Harun menyebutkan gaji dari Kepala Daerah saja tidak begitu besar.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengandaikan diri menjadi penguasa, Minggu (10/5/2020).
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengandaikan diri menjadi penguasa, Minggu (10/5/2020). (YouTube Refly Harun)

Selain itu, Refly Harun mengingatkan akan pentingnya seorang Kepala Daerah untuk tidak memperkaya diri.

“Kita tahu dalam konteks pemilihan di Indonesia semuanya tidak gratis, termasuk suara pun kadang-kadang tidak gratis ya,” kata Refly Harun dalam tayangan kanal YouTube Refly Harun berjudul BOBBY NASUTION HABISKAN 15 M DI PILKADA MEDAN!! BERAPA GAJI WALIKOTA?!diunggah 19 Januari 2021.

“Pernah saya singgung dalam video di channel ini sebelumnya bertanya kepada Bupati Kudus, berapa pendapatannya sebenarnya, katanya kira-kira Rp 30 juta, mungkin medan kita bulatkan Rp 50 juta,” tutur Refly Harun.

Refly Harun menjelaskan bahwa gaji pokok Wali Kota tidak mencapai belasan juta.

Namun, tunjangan lah yang yang membuat pendapatan Wali Kota mencapai puluhan juta.

“Kalau tidak salah gaji pokok Wali Kota itu Rp 6-8 juta, ada tunjangan ini itu jadilah bisa dapat puluhan juta,” ujarnya.

Bahkan, Refly Harun menghitung uang yang akan didapatkan selama masa jabatan seorang Wali Kota.

“Rp 50 juta dikalikan 12, itu setahun baru 600 juta, dikalikan 5 tahun baru Rp 3 miliar, bayangkan,” ucap Refly Harun mencoba menghitungnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Bobby Nasution Habiskan Rp 15 Miliar di Pilkada Medan, Refly Harun : 5 Tahun Baru dapat Rp 3 Miliar, https://sumsel.tribunnews.com/2021/01/22/bobby-nasution-habiskan-rp-15-miliar-di-pilkada-medan-refly-harun-5-tahun-baru-dapat-rp-3-miliar?page=all

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved