Penanganan Covid
Ini Komentar Wakil Ketua DPRD Belu, Cypri Temu Soal Pasien Covid-19 Carter Pesawat
Ini komentar Wakil Ketua DPRD Belu, Cypri Temu soal pasien Covid-19 carter pesawat
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
Ini komentar Wakil Ketua DPRD Belu, Cypri Temu soal pasien Covid-19 carter pesawat
POS-KUPANG.COM| ATAMBUA----Dua pasien Covid-19 di Kabupaten Belu berinisial SM dan DS dirujuk ke Surabaya oleh keluarganya menggunakan pesawat carter, Kamis (21/1/2021).
Kondisi ini merupakan suatu fenomena masyarakat mencari selamat sendiri karena pemerintah lamban menangani masyarakat yang terpapar Covid-19.
Baca juga: Sudah Belasan Positif Rapid Antigen, Ini Langkah Yang Diambil Pemerintah Kecamatan Satar Mese
Komentar ini diutarakan Wakil Ketua DPRD Belu, Cypri Temu saat dihubungi Pos Kupang.Com, Jumat (22/1/2021). Politisi Partai NasDem ini dimintai komentarnya terkait dua pasien dirujuk ke Surabaya menggunakan pesawat carter dan peran satgas penangana Covid-19.
Cypri menilai, pasien terpapar Covid-19 memutuskan untuk dirujuk bukan tanpa alasan. Tapi ada rentetan masalah yang terjadi di manajemen RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua seperti, IGD RSUD ditutup pelayanan selama 16 hari. Alasan ditutup karena tempat perawatan di ruangan isolasi penuh dan ada beberapa tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat terpapar Covid-19.
Baca juga: Profil dan Biodata Obednego AR Djami, Ketua LKBH Undarma dan Advokad Pengacara di Kupang
Dari persoalan ini, lanjut Cypri, Direktur RSUD Atambua tidak mampu mengelola persoalan malah menggambil kebijakan menutup ruangan IGD yang justru menimbulkan persoalan baru.
"Menurut saya, menutup IGD adalah kebijakan konyol. Kalau orang covid yah covid, yang bukan covid jangan di-covid-kan. Pelayanan yang bukan berkaitan dengan covid harus tetap jalan", kata Cypri.
Lanjut Cypri, menutup IGD karena alasan tenaga kesehatan terpapar Covid-19 juga sesuatu yang kurang tepat karena yang sakit tidak semua tenaga kesehatan. Manajemen bisa mengatur tenaga kesehatan yang ada untuk tetap memberikan pelayanan dengan pola shiff kerja.
"Yang sakit yah sakit, yang sehat bisa bekerja melayani masyarakat. Kan tidak semua dokter dan perawat sakit. Hal ini tergantung kemampuan dan kreativitas seorang direktur dalam mengatur atau mengelola manajemen SDM di rumah sakit", sambung Cypri.
Dari akar persoalan tersebut, kata Cypri muncul rasa khawatir dalam diri masyarakat untuk berobat ke rumah sakit sehingga masyarakat memilih mencari selamat sendiri. Demi nyawa, pasien nekad carter pesawat.
Terhadap kondisi ini, Cypri berharap kepada pemerintah dan satgas penanganan Covid-19 agar serius menjalan tugas dan penuh tanggungjawab menyelamatkan nyawa masyarakat.
Kepada Bupati Belu, Cypri berharap agar tetap kosentrasi dan bertanggungjawa penuh mengurus roda pemerintahan sampai masa jabatan berakhir. Pasalnya, di masa transisi ini, ia menilai pemerintahan Willy Lay-J.T Ose Luan kurang kosentrasi bahkan terkesan menghilang.
"Pemerintahan Willy Lay-Ose Luan ini masih ada atau tidak? Jangan sampai sudah mengundurkan diri diam-diam karena sudah mau berakhir masa jabatan. Perlu diketahui tahu bahwa jangankan sisa masa jabatan satu bulan, satu hari sekalipun bupati harus tetap bertanggungjawab", kritik Cypri.
Cypri juga berharap kepada manajemen RSUD Atambua agar segera membuka kembali pelayanan di IGD bagi masyarakat Kabupaten Belu.
Beberapa waktu lalu, Bupati Belu, Willybrodus Lay ketika ditemui Pos Kupang.Com mengatakan, sebagai calon petahana Pilkada Belu 2020, ia
sudah memberikan kuasa kepada tim kuasa hukum untuk mengikuti seluruh proses penyelesaian sangketa Pilkada Belu yang sudah diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) Desember 2020 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ini-komentar-wakil-ketua-dprd-belu-cypri-temu-soal-pasien-covid-19-carter-pesawat.jpg)