Penanganan Covid

RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Siapkan Dua Bangsal Isolasi Pasien Covid-19

RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Siapkan Dua Bangsal Isolasi Pasien Covid-19

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dr. Lely Harakai,M.Kes memberi penjelasan soal kapasitas ruang isolasi di RSUD Umbu Rara Meha, Rabu (20/1/2021) 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Manajemen RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Sumba Timur menyiapkan dua bangsal untuk merawat pasien positif Corona Virus Disease ( Covid-19). Sementara tempat tidur yang disediakan sebanyak 21 tempat tidur.

Hal ini disampaikan Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dr. Lely Harakai, M.Kes saat rapat koordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Rabu (20/1/2021).

Menurut Lely, RSUD Umbu Rara Meha Waingapu dalam merawat pasien positif Covid-19 telah menyediakan dua bangsal. Dua bangsal itu adalah bangsal isolasi Dahlia dan bangsal isolasi VIP.

Baca juga: Penerimaan Bea dan Cukai Provinsi NTT Hingga Akhir Tahun 2020 Capai 139.5 persen

"Dua bangsal itu terdapat 16 ruangan dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 21 tempat tidur. Kenapa 21 tempat tidur, karena ada tempat tidur, karena ada ruang yang ditempati oleh pasien, bisa suami istri, bisa orang tua dan anak," kata Lely.

Dijelaskan, dua bangsal itu telah disediakan semenjak awalPandemi Covid-19.

Baca juga: Wilayah Lelak dan Rahong Utara di Manggarai Diperkirakan Diguyur Hujan Disertai Petir

Lebih lanjut dikatakan, ia mengatakan, saat ini ada pasien yang dikarantina di Hotel Cendana, Puskesmas Kambaniru dan ada juga yang karantina mandiri.

Sedangkan soal ventilator, Leli mengatakan, ventilator yang ada di rumah sakit tersebut memadai.

"Ventilator kita yang tersedia ada tiga dan masih memadai. Sedangkan dari sisi tenaga kesehatan, kita masih terbatas, karena kebutuhan tenaga kesehatan ini bisa bertambah seiring dengan penambahan kasus," katanya.

Sedangkan beberapa kendala yang dihadapi di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu adalah, masih terdapat kekurangan tenaga perawat sekitar 20 orang, kekurangan dokter umum sekitar empat orang, kekurangan oksigen,apabila pasien positif Covid-19 membutuhkan dan ventilator yang tersedia tiga unit.

"Pelayanan rujukan maupun non rujukan menjadi lambat atau tertunda bila di UGD lama ada pasien suspek Covid-19. Ini menjadi hambatan besar bagi keselamatan pasien, apabila pasien datang dalam kondisi kritis, sementara untuk penanganan harus melalui alur screening dan waktu penggunan APD," katanya.

Selain itu, tidak tersedianya spesialis obstetri dan ginekologi (obsgyn) di rumah sakit swasta sehingga rujukan kebidanan dan rumah sakit lain atau Puskesmas kadang tertunda untuk diterima sebab ruang UGD lama masih dipakai untuk screening pasien dan manunggu hasil rapid.

"Jika hasil rapid Antigen positif maka ruang butuh disinfektan dan dicleaning ulang," ujarnya.

Untuk diketahui, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur saat ini sebanyak 231 kasus dengan rincian, 10 kasus meninggal dunia, 60 kasus dinyatakan sembuh dan 161 kasus dalam perawatan.

Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus corona. POS-KUPANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M: Wajib memakai masker;
Wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan; Wajib mencuci tangan dengan sabun. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved