Perkembangan Belanja NTT Tahun 2020 Rata - Rata 90-an persen
Pelaksana Harian Kanwil DJPb NTT, Nur Arif Wuryanto dalam press release kinerja APBN triwulan IV 2020 memaparkan, perkembangan belanja NTT
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pelaksana Harian Kanwil DJPb NTT, Nur Arif Wuryanto dalam press release kinerja APBN triwulan IV 2020 memaparkan, perkembangan belanja NTT Tahun 2020 rata - rata 90-an persen.
Perkembangan belanja NTT untuk Belanja Pegawai, pagu anggaran sebesar 3.198,30 miliar, terealisasi 3.118,65 miliar atau 97.51 persen.
Belanja Barang, pagu anggaran sebesar 3.704,26 miliar, terealisasi 3.455,32 miliar atau 93.28 persen. Belanja Bantuan Sosial, pagu anggaran sebesar 12.95 miliar, terealisasi 12.75 miliar atau 98.47 persen. Belanja modal, pagu anggaran sebesar 3.808.07 miliar, terealisasi 3.580,81 atau 94.03 persen.
Baca juga: Plt Kadis Kesehatan Belu, Florianus Nahak Sebut Vaksin Belum Dikirim dari Provinsi
Sementara untuk DAK Fisik, pagu anggaran sebesar 2.297,90, terealisasi 2.223,18 miliar atau 96.31 persen, cadangan DAK fisik, pagu anggaran sebesar 468.60 miliar, terealisasi 434.28 miliar atau 92.68 persen. DAK non fisik, pagu anggaran sebesar 1.664,08 miliar, terealisasi 1.592,32 miliar atau 95.69 persen. Dana desa, pagu anggaran sebesar 3.057,45 miliar, terealisasi 3.057,13 atau 99.99 persen.
Pelaksanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai triwulan 4 tahun 2020 untuk program padat karya tunai, sektor pertanian terealisasi sebesar 22.51 miliar atau 78.15 persen, menyerap 35.628 pekerja.
Baca juga: Presiden Jokowi Apresiasi Tim SAR Gabungan Dalam Operasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya
Sektor perhubungan, terealisasi sebesar 153.28 miliar atau 82.38 persen, menyerap 1.270 pekerja
Sektor PUPR terealisasi sebesar 349.69 miliar atau 98.44 persen, menyerap 15.115 tenaga kerja.
Subsidi Bunga non KUR dari program subsidi terealisasi sebesar 95.84 miliar untuk 201.848 debitur, Subsidi Bunga KUR terealisasi sebesar 57.49 miliar untuk 94.314 debitur.
Sementara bantuan bagi pelaku usaha Mikro BPUM telah disalurkan sebesar 768.32 miliar dengan jangkauan 320.133 debitur.
Untuk Program Perlindungan Sosial, PKH telah disalurkan sebesar 1.75 triliun untuk 3.28 juta KPM. Bantuan beras yang telah disalurkan sebanyak 16.342 ton atau 100 persen untuk 363.140 KPM. Paket sembako yang telah disalurkan sebesar 1.13 triliun untuk 5.86 juta KPM. Bantuan langsung tunai dana desa telah disalurkan sebesar 1.01 trilyun untuk 312.417 KPM.
Kartu prakerja telah disalurkan sebesar 278.62 miliar dengan jangkauan 78.484 peserta.
Subsidi gaji / upah bagi pekerja / buruh sebesar 109.65 miliar untuk 45.683 pekerja.
Subsidi tariff listrik rumah tangga dan UMKM sebesar 82.27 miliar untuk 345.429 pelanggan.
Dalam penempatan uang negara, Penyaluran Kredit per segmen KPR sebesar 1 persen dan multiguna sebesar 99 persen. Penyaluran Kredit per sektor rumah tangga sebesar 1 persen, bukan lapangan usaha lainnya 99 persen.
Penempatan dana pemerintah pada bank Umum Mitra bertujuan untuk penyaluran kredit atau pembiayaan kepada debitur dalam rangka mendukung dan mengembangkan ekosistem dan usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah dan koperasi dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Pelaksanaan penempatan dana pemerintah di BPD NTT sejak tanggal 7 Desember 2020 dengan nilai 100 miliar telah terealisasi sebesar 14.49 miliar.
Rincian penyaluran Kredit per segmen maupun per sektor adalah 98.90 persen untuk multiguna /bukan lapangan usaha dan 1.10 persen untuk Kredit KPR / rumah tangga.