Breaking News:

Salam Pos Kupang

Siap Siaga Bencana

PANDEMI Covid-19 yang belum berakhir dan justru makin meningkat di Indonesia dan Provinsi NTT khususnya membuat masyarakat makin tidak tenang

Siap Siaga Bencana
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PANDEMI Covid-19 yang belum berakhir dan justru makin meningkat di Indonesia dan Provinsi NTT khususnya membuat masyarakat makin tidak tenang dan trauma. Di tengah pandemi, muncul Bencana yang terjadi dimana-mana termasuk NTT.

Lima bencana terjadi di tanah air membuka tahun baru 2021. Mulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada 9 Januari 2020, disusul longsor Cimanggung, Sumedang yang hingga kini menelan puluhan korban jiwa.

Berselang satu pekan kejadian gempa bumi berkekuatan M 6,2 juga menghantam Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, pada 15 Januari.

Baca juga: Mengantisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Belum kering air mata, banjir bandang juga merendam Kalimantan Selatan. Basarnas mengungkap 2.600 warga yang terdampak harus mengungsi.

Teranyar, banjir dan longsor juga terjadi di Kota Manado, 6 orang meninggal dunia dan 500 lebih warga yang terdampak mengungsi.

Baca juga: Prakiraan BMKG: Hari Ini Manggarai Berpotensi Diguyur Hujan

Di NTT, bencana banjir dan longsor mulai tampak di berbagai daerah, bahkan ada korban meninggal seperti di Kabupaten Sikka akibat hujan deras dan juga korban meninggal karena disambar petir di Pulau Timor.

Banyak jalan negara Trans Flores yang putus, seperti di Manggarai dan Kabupaten Sikka. Bencana datang silih berganti, seperti adanya peringatan dari Yang Maha Kuasa agar manusia tetap waspada dan berjaga-jaga.

Di NTT sendiri, tidak bisa mengelak karena memang terjadi pada musim hujan saat ini. Masyarakat terus diingatkan oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika agar mewaspadai hujan deras, angin kencang dan petir.

Kesiapsiagaan bencana perlu dilakukan oleh semua elemen baik masyarakat dan pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah (Pemda) terutama instansi terkait.

Masyarakat di daerah-daerah yang rawan bencana harus sadar bencana, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pemda di seluruh NTT tidak saja menjalankan prosedur tetap (Protap) kebencanaan atau tanggap darurat seperti selama ini dilakukan.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved