TNI Bersama Warga Gotong Royong Reboisasi Mangrove di Perbatasan RI-RDTL
berkadar garam tinggi dengan manfaat dan fungsi yang sangat besar bagi lingkungan hidup khususnya di sekitar pesisir pantai.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
TNI Bersama Warga Gotong Royong Reboisasi Mangrove di Perbatasan RI-RDTL
POS-KUPANG.COM I BETUN--Hutan Mangrove merupakan suatu ekositem hutan yang terdiri dari kelompok pepohonan yang bisa hidup dalam lingkungan berkadar garam tinggi dengan manfaat dan fungsi yang sangat besar bagi lingkungan hidup khususnya di sekitar pesisir pantai.
Untuk mencegah terjadinya abrasi di pantai, jajaran TNI dari Satgas Yonarmed 3/105 Tarik bersama warga khususnya di di Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, melakukan penanaman anakan mangrove.
Dansatgas Yonarmed 3/105 Tarik, Letkol Arm Laode Irwan Halim, S.I.P.,M.Tr.(Han) kepada Pos-Kupang, Sabtu (16/1/2021) mengungkapkan, selain berfungsi sebagai penyerap gas Karbondioksida (CO2) dan penghasil Oksigen (O2) seperti tumbuhan pada umumnya, hutan ini juga berfungsi sebagai tumbuhan yang mampu menahan abrasi air laut agar tidak mengikis daratan di sepanjang garis pantai serta sebagai ekosistem dan habitat berbagai macam satwa dan biota laut.
Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kepedulian Satgas untuk mendukung program Pemerintah Desa setempat dalam rangka mencegah terjadinya abrasi pantai dan turut ikut serta dalam melestarikan lingkungan serta mendukung terwujudnya wilayah Humusu Wini sebagai destinasi wisata Desa Pohon Mangrove di perbatasan.
“Sebagaimana yang kita ketahui bahwa persebaran Hutan Mangrove di Indonesia bisa dikatakan sangat luas. Banyak kawasan pantai yang seharusnya memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan Hutan Mangrove, harus rusak akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab. Untuk itu perlu adanya upaya kita bersama sebagai manusia untuk melestarikannya," jelas Dansatgas.
Ditambahkannya, bersama semua elemen masyarakat perbatasan mereka berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung pelestarian lingkungan ini, karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga dan merawat kelestarian alam Indonesia yang indah ini.
"Suatu hari nanti pohon-pohon Mangrove yang sudah kita ditanam nantinya akan menuai manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya yang tinggal di sekitar pesisir pantai,” tambah Dansatgas.
Sementara itu, Kepala Desa Humusu Wini Alfridus Bana (45) mengucapkan banyak terimakasih kepada personel Satgas Yonarmed 3/105 Tarik yang telah turut hadir untuk mendukung kegiatan tersebut. “Terimakasih Pak sudah mau bergabung, melihat bapak TNI ikut kesini, warga saya jadi antusias dan semangat ikut kegiatan ini," ucapnya.
Dilansir dari Wikipedia, menurut koreksi PBB tahun 2008 Indonesia tercatat memiliki garis pantai sepanjang 95.181 Km sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang keempat di dunia.
Dengan demikian keberadaan Hutan Mangrove sangat memiliki peranan penting dalam mempertahankan garis pantai dan kelestarian ekosistemnya.
Salah satunya di Provinsi NTT dengan daerah yang terdiri kumpulan gugusan pulau dengan pesisir pantainya yang perlu menjadi perhatian.
Baca juga: Keluarga Almarhum Amir Arifoedin, Sebut Pelayanan RSUD Soe Buruk
Baca juga: Pelayanan Kesehatan di Puskesmas di Manggarai Tetap Berjalan Namun Tetap Taati Prokes
Baca juga: RDP Senin Mendatang, DPRD Soroti Buruknya Pelayanan di RSUD Soe
Keikutsertaan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan ini dilakukan langsung oleh personel Pos Wini Satgas Yonarmed 3/105 Tarik bersama masyarakat dengan cara melaksanakan kegiatan reboisasi penanaman Pohon Mangrove di Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, TTU.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)