Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Dikira Jadi Korban Pesawat Sriwijaya Air Ternyata Paulus Yulius Kollo Masih Hidup, Kini di Pontianak

Yulius mengatakan dirinya sudah mendengar kabar tentang pesawat hilang kontak tersebut, dari pelabuhan, masih dekat dengan kapal laut.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Paulus Yulius Kollo (24) Asal Kupang yang dikabarkan sudah meninggal karena menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, ternyata masih hidup. Pesawat Sriwijaya Air jatuh di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu 9 Januari 2021 pukul 14.36 WIB. 

Dikira Jadi Korban Pesawat Sriwijaya Air Ternyata Paulus Yulius Kollo Masih Hidup, Kini di Pontianak

POS-KUPANG.COM, PONTIANAK -- Aneh Bin Ajaib. Itulah hal yang terjadi pada pria bernama Paulus Yulius Kolo (24).

Pria asal NTT (Nusa Tenggara Timur) ini dikira telah menjadi korban dalam kasus kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, rute Jakarta-Pontianak.

Keluarga pun telah menangisi korban, padahal, pria asal Kupang, NTT ini batal naik pesawat nahas tersebut.

Yulius mengisahkan pengalamannya itu ketika disebut sebagai  penumpang pesawat Sriwijaya Air tersebut.

Yulius mengatakan dirinya sudah mendengar kabar tentang pesawat hilang kontak tersebut, dari pelabuhan, masih dekat dengan kapal laut.

Mendapat kabar dari bos dan keluarga, bahwa terjadi musibah pesawat hilang kontak pada tanggal 9 Januari 2021.

"Keluarga sempat khawatir dengan adanya kejadian tersebut," katanya.

Waktu kami membatalkan tiket penerbangan tidak memberikan informasi kepada pihak maskapai Sriwijaya Air.

Setahu orang-orang kami menaiki pesawat padahal kami sudah beralih menggunakan kapal laut.

Jadi, tiket kami juga aktif di pihak maskapai Sriwijaya Air," tutur Yulius.

Kemudian, orang tuanya menunggu kabar dari tanggal 9 malam sampai tanggal 10 pagi karena nama Yulius paling atas di daftar manifest.

Setelah sampai di dekat pelabuhan, ia mencoba menghubungi orang tua dan keluarganya.

"Orang tua saya menangis, mengira bahwa saya sudah kenapa-kenapa. Semua jalan Tuhan saya bisa selamat dan memang nasib saya beserta teman saya," tambahnya.

Selain itu, jika Yulius memang memaksakan untuk tes Swab PCR, ia tidak tahu lagi akan duduk disini lagi atau sudah di tempat yang lain," pungkasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved