Wacana Pemkot Kupang Tentang PSBB, Begini Komentar Fredus Kolo
Kepala Sekolah SMA Sint Carolus Penfui, Fredus Kolo mengatakan, pemerintah Kota Kupang sudah berada dalam sebuah jebakan
Penulis: Ray Rebon | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Atas Wacana terkait pemberlakuan PSBB oleh Pemkot Kupang, Kepala Sekolah SMA Sint Carolus Penfui, Fredus Kolo mengatakan, pemerintah Kota Kupang sudah berada dalam sebuah jebakan.
"Sejauh ini terkait dengan Pandemi Covid-19, di provinsi NTT belum dilakukan Lock down atau PSBB, namun ada wacana dari Pemkot Kupang untuk lakukan PSBB di wilayah kota kupang, saya pikir wacana PSBB ini sudah membawah pemerintah kota kupang dalam sebuah jebakan," kata Fredus kolo kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (8/1/2021), diruangannya.
Menurut Fredus, PSBB ini seharusnya dilakukan dari awal virus ini masuk di NTT, untuk mengantisipasi masyarakat dari virus ini.
Baca juga: Malaka Tidak Terapkan PSBB Tapi Penerapan Protokoler Covid-19 Ditingkatkan
Pemerintah sudah melihat keadaan semakin parah akibat Virus ini, kata Fredus, pemerintah sudah terlambat. Maka PSBB dilakukan dalam kondisi seperti ini, mungkin dapat menyelamatkan masyarakat, tapi tidak 100 persen. Karena masyarakat sudah berada dalam satu konsep bahwa Virus ini biasa saja, bahkan mungkin ada masyarakat yang menganggap virus ini sebagai bahan politik dan lain-lain.
Tetapi, menurut Fredus, fakta menunjukan bahwa setiap hari ada korban yang terindetifikasi Virus Covid-19 ini. Namun belum ada tindakan keras dari Pemerintah Daerah.
Baca juga: Foto Pria Gendong Seorang Ibu di Jalan Rusak di Manggarai Timur Jadi Viral di Media Sosial
"Saat ini apabila dilakukan PSBB, semetinya dari jauh hari sudah ada tindakan antisipasi dengan cara seperti, para Ketua RT memberikan teguran kepada warganya untuk menjaga diri dari Virus ini, melainkan hal ini tidak dilakukan," jelasnya
Sehingga apabila Pemerintah Daerah lakukan PSBB secara lengkap, maka secara langsung belum ada langkah edifikasi terhadap semua masyarakat. Serta pemerintah dalam hal ini Pemkot Kupang akan lakukan PSBB seperti apa.
Walikota Kupang harus menginstruksikan kepada setiap pemerintah lurah hingga pemerintah paling bawah tingkat RT, agar membuat posko.
Posko yang dimaksud, ungkap Fredus, dalam arti untuk mengantisipasi warga disetiap kelurahan, agar selalu patuhi protokol Covid-19 secara rutin.
"Saya pikir untuk perlakuan PSBB saat ini, kurang efektif," tegasnya
Kurang efektif bukan karena tidak menghambat virus ini, tapi sudah terlanjur virus ini menyatu dengan masyarakat.
"Saya berharap terkait wacana PSBB ini, Walikota segera membentuk tim untuk terjun langsung ke setiap titik masyarakat, dan bila perluh ke setiap RT, serta Walikota harus juga turun ke masyarakat sebagai Bapak rakyat," pungkasnya (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)