Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang Akui Intensitas Ekspor dari NTT Meningkat

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Drh. Yulius Umbu Hunggar mengakui bahwa, intensitas ekspor dari NTT ke luar negeri meningkat

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM / DIONISIUS REBON
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Drh. Yulius Umbu Hunggar, Rabu, 30/12/2020 

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Drh. Yulius Umbu Hunggar mengakui bahwa, intensitas ekspor dari NTT ke luar negeri meningkat.

Pasalnya, Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang saat ini telah melakukan ekspor komoditas pertanian, peternakan dan kehutanan ke Negara Timor Leste dengan intensistas ekspor satu kali dalam seminggu.

"Nilai ekspornya akhir-akhir ini sudah cukup tinggi, rata-rata satu miliar dalam satu kali ekspor. Sebelum Natal itu, sampai satu koma dua miliar," ujarnya kepada POS-KUPANG.COM, Rabu, 30/12/2020.

Baca juga: Nilai Tukar Petani Desember 2020 Turun 0,04 Persen

Selama ini, lanjut dokter Yulius, ekspor komoditi pertanian, peternakan dan kehutanan dilakukan melalui Surabaya. Oleh karena itu, pihaknya mulai merintis pengiriman secara langsung ke luar negeri untuk memberikan nilai tambah bagi daerah NTT.

Dikatakan Drh. Yulius , proses pengiriman komoditi harus melalui prosedur dan mekanisme yang ketat serta berdasarkan SOP yang ada.

Baca juga: Proses Lelang 8 Jabatan Sementara Dibuka

"Setelah serahkan permohonan, berita acara serah-terima, tindakan karantika, pemeriksaan fisik, klinis, dokumen, pengambilan sampel di laboratorium. Kalau sudah dinyatakan sehat dan disetujui kepala kantor, hewan tersebut siap untuk dikirim," jelasnya.

Sejauh ini, sarana pengiriman komoditi pertanian, peternakan dan kehutanan yang digunakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang adalah 5 unit kapal.

Lebih lanjut dikatakan dr. Yulius, rata-rata pengiriman hewan setiap bulan mencapai 4 hingga 5 kapal. Sementara itu setiap kapal memiliki kapasitas muatan 500 hingga 600 ekor hewan.

Pada bulan yang bertepatan dengan hari raya Lebaran dan Idul Adha, jumlah permintaan hewan mengalami peningkatan. Secara khusus Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa permintaan bisa mencapai 3000 ekor perbulan.

"Permintaan mulai meningkat sejak bulan empat. Sedangkan pada bulan sebelas mulai menurun," ungkapnya.

Dokter Yulius menegaskan, pengiriman hewan melalui Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang lebih banyak didominasi dari Kabupaten Kupang, dan TTS.

Proses karantina hewan di Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, berkisar antara 3 hingga 7 hari. Saking banyaknya permintaan yang datang, terkadang pihaknya menyewa kapal kargo untuk memback-up pengiriman.

Ia menjelaskan, meskipun memiliki 5 kapal sebagai sarana pengiriman namun, Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang sering mengalami kendala karena banyaknya permintaan yang melebihi kemampuan muatan kapal.

Menurutnya, selain pengiriman hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang juga melakukan pengiriman komoditi masyarakat seperti, asam, Biji Gewang, kemiri dan lain-lain. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa, intensitas dan volume pengiriman paling banyak berkisar antara bulan April sampai Oktober. Pengiriman komoditi pertanian tersebut, rutin dilakukan meskipun dalam jumlah yang sedikit.

"Asam itu salah satu produk ekspor dari NTT. Tetapi selama ini ekspornya belum bisa dilakukan langsung dari NTT. Masih dilakukan via Surabaya," tutupnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved