Breaking News:

Salam Pos Kupang

Sekolah Tanpa Corona

SENIN 4 Januari 2021 merupakan hari pertama dimulainya kegiatan belajar mengajar ( KBM) untuk semua jenjang pendidikan

Sekolah Tanpa Corona
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SENIN 4 Januari 2021 merupakan hari pertama dimulainya kegiatan belajar mengajar ( KBM) untuk semua jenjang pendidikan.

Mendikbud Nadiem Makarim jauh-jauh hari sudah menegaskan agar mulai menerapkan pola belajar tatap muka tetapi dengan sejumlah syarat karena Indonesia masih tingginya penderita Covid-19 termasuk di Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Bahkan di Provinsi NTT ini, hampir semua daerah sudah terpapar virus yang satu ini. Bahwa untuk mengantisipasi agar virus tersebut tak menulari warga NTT, pemerintah dan elemen lain tak henti-hentinya menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Wisata Sawah Lodok Cancar Manggarai Sepi Pengunjung

Di masyarakat, syarat itu pun dipatuhi sungguh-sungguh. Sebab masyarakat juga takut bahkan cemas akan tertular virus ini. Hanya saja, fakta lain memperlihatkan bahwa hingga saat ini, masih ada yang belum mematuhi protokol kesehatan itu.

Pada tataran ini, seyogyanya disadari bahwa siapa pun pasti berpeluang tertular virus ini. Siapa pun juga tak bisa lari dan bersembunyi darinya. Tapi siapa pun bisa terhindar dari corona kalau benar-benar menjaga diri dengan mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Update Corona Sumba Timur - Kota Waingapu Tambah Satu Kasus Positif

Itu artinya, cara terbaik yang harus dilakukan untuk menghadapi penyakit ini, adalah mengikuti protokol kesehataan secara sungguh-sungguh di mana pun, kapan pun dan dengan siapa pun.

Caranya simpel, yaitu menggunakan masker saat beriteraksi, menjaga jarak kala berkomunikasi dan rajin mencuci tangan di air mengalir. Selain itu mengonsumsi makanan yang bergizi dan menjaga pola makan agar tubuh tetap prima.

Bila ini diterapkan secara benar oleh siapa pun termasuk orangtua terhadap anak-anak, maka ketika para siswa mulai mengikuti pola pembelajaran tatap muka sebagaimana keputusan pemerintah, maka kita tak perlu khawatir.

Hanya saja kita berharap agar pihak sekolah juga lebih ketat menerapkan protokol kesehatan. Bila perlu membuat kebijakan internal yang ketat, sehingga sekolah tidak menjadi klaster baru bagi penularan Covid-19.

Bila ini diperhatikan dan diterapkan, niscaya dapat menjawabi kecemasan orangtua atas keputusan pemerintah tentang pembelajaran tatap muka yang mulai diberlakukan hari ini.

Kita juga berharap agar keputusan sejumlah kepala daerah yang membolehkan pembelajaran tatap muka, tidak menjadikan sekolah sebagai area baru penyebaran Covid-19.

Untuk itu, semua pihak baik orangtua, siswa maupun penyelenggara pendidikan, harus selalu waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena bila lengah sedikit saja, virus ini akan dengan mudah menulari siswa.

Mudah-mudahan manajemen sekolah dan para siswa memahami ini sehingga muncul komitmen sekolah tanpa Covid-19 di NTT bahkan Indonesia. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved