KBM Tatap Muka, Begini Tanggapan Orang Tua Murid
Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM) selama pandemi Covid-19 dilakukan secara daring
Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM) selama pandemi Covid-19 dilakukan secara daring. Namun, KBM tatap muka akan dilakukan di tahun 2021 atas persetujuan orang tua.
Jacoba, orang tua murid yang juga merupakan guru di SDK Don Bosko 3 Kupang malah memilih KBM dilakukan secara daring.
Menurutnya, KBM daring lebih aman karena memerhatikan situasi kondisi pandemi ini.
Baca juga: Kasus Corona di Nagekeo Bertambah, Jubir: Itu Pelaku Perjalanan
Hal itu juga menyangkut kesehatan komunal (banyak orang), karena baik guru dan siswa sama-sama memiliki keluarga yang harus dijaga.
Meski sekolah memiliki kesiapan untuk KBM Tatap Muka, persetujuan KBM tetap ada pada orang tua. Jika ada orang tua yang setuju KBM Tatap Muka, guru tetap melayani.
Baca juga: Pengakuan Tukang Parkir yang Tusuk Pengunjung Minimarket, Lakukan Aksi Saat Mabuk Miras
Begitupun sebaliknya jika orang tua ingin agar anak melakukan KBM daring.
"Sebagai seorang guru dan orang tua, saya ingin yang terbaik bagi anak-anak. Orang tua juga pasti inginkan yang terbaik untuk anak. Tapi, menurut saya, KBM Daring lebih aman di situasi Covid-19 ini. Meski banyak kekurangan, KBM Daring adalah pilihan terbaik di kondisi ini. Apalagi, kasus Covid-19 di Kota Kupang semakin naik dan banyak yang tidak memiliki gejala," jelasnya kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (2/1/2021).
Berbeda dengan Jacoba, Ani Otemusu yang memiliki anak SD kelas I lebih memilih KBM tatap muka walau dua hingga tiga jam saja.
Menurutnya, hal itu membantu anak untuk bersosialisasi dengan guru dan teman.
Pilihan Ani untuk KBM Tatap Muka dikarenakan sekolah tempat anaknya menimba ilmu sudah menerapkan protokol kesehatan yang bagus. Ia tak khawatir saat beberapa kali ke sekolah membawa anaknya.
Ada tempat untuk mencuci tangan, cek suhu, dan sistem shift ketika mau masuk.
"Kalau daring ini anak tidak bisa konsentrasi karena mungkin belajar dengan kita ya. Kalau orang tua punya kesibukan lain, anak harus belajar sendiri atau orang tua yang kerjakan. Itu hasil raport semester 1 memang sangat memuaskan, karena 75-95 persen orang tua yang kerjakan," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)