Breaking News:

BPJS Naik

Karyawan Swasta di Kota Kupang Belum Puas Pelayanan BPJS Kesehatan

Para karyawan swasta di Kota Kupang mengaku belum puas dengan pelayanan BPJS Kesehatan

Karyawan Swasta di Kota Kupang Belum Puas Pelayanan BPJS Kesehatan
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Dismas Fernando, salah satu pekerja swasta di Kota Kupang, Senin (28/12/2020).

Para karyawan swasta di Kota Kupang mengaku belum puas dengan pelayanan BPJS Kesehatan

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Asas Gotong Royong merupakan Spirit bangsa Indonesia yang diwujudnyatakan oleh Pemerintah melalui salah satu programnya yakni jaminan Kesehatan Nasional ( JKN).

"Tidak bisa dipungkiri bahwa program JKN ini banyak sekali membantu masyarakat baik dari level Atas untuk berkategori Kelas I hingga level paling bawah yang di kategorikan sebagai pasien kelas III," kata Dismas Fernando kepada POS-KUPANG.COM, Senin (28/12). 

Baca juga: Wakil Ketua DPRD SBD Sarankan Pemerintah Perlu  Gelar Bimtek Bagi Sarjana Pelopor Desa

Lanjutnya, namun tidak sedikit juga pengguna Layanan JKN ini yang mengeluh akibat pelayanan yang tidak memuaskan baik dari aspek penyedia layanan Kesehatan sendiri hingga Penyedia Jaminan Kesehatan. Atau dengan Kata lain Pasien BPJS merupakan pasien dengan kasta kedua.

"Kenaikan harga iuran BPJS sudah dilakukan beberapa kali dan dianggap  sebagai terobosan paling pamungkas yang dilakulan untuk mencegah terjadinya kerugian pada negara. Namun upaya ini rupanya tidak memecahkan masalah, sebaliknya persoalan yang sama pun masih terdengar hingga saat ini Yakni BPJS tetap merugi," ungkapnya.

Baca juga: Polres TTU Evakuasi Mayat yang Ditemukan di Oelakaeb

Dikatakan Dismas, kenaikan iuran BPJS akan terjadi lagi per 1 Januari 2021 untuk pasien dengan kategori kelas III atau paling bawah. 

"Mereka adalah masyarakat dengan pendapatan pas-pasan. Bersykur kalau keluarga tersebut hanya membiayai 1 orang saja. Bagaimana kalau tiga sampai lima Orang. Artinya kemungkinan besar hampir sebagian dari pendapatannya hanya digunakan Untuk membiayai BPJS," terangnya

Ia menegaskan, Kondisi ini baiknya dipikirkan kembali hingga kondisi ekonomi bangsa ini stabil. Setelah diporakporanda oleh wabah covid19.

Menurut Dismas, kenaikan BPJS bukan merupakan solusi utama untuk menyelesaikan masalah tersebut, melainkan FASKES dalam hal ini puskesmas harus menurunkan tingkat rujukan ke Faskes lanjutan dengan menaikan Kualitas layanan kesehatan di Puskesmas. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Penulis: Ray Rebon
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved