Brigpol Ina Amankan Natal Sambil Gendong Anak

Polisi Wanita ( Polwan) Brigpol Caesilia Mari Ina Ese Korebima yang bertugas di Polres Ngada menjalankan tugas pengamanan Natal

Editor: Kanis Jehola
Foto: Dok. Polres Ngada
Brigpol Ina gendong bayinya saat ikut Pam Natal di halaman Gereja Ebenhaezer Bajawa Kabupaten Ngada, Jumat (25/12/2020) pagi. 

"Kami lagi duduk istirahat paroki, tiba-tiba kami dengar ada orang yang berteriak dari dalam gereja, bahwa gereja kebakaran dan meminta kami untuk mengambil air. Kami langsung masuk ke dalam gereja dan melihat hampir seluruh meja altar telah terbakar. Kandang Natal semuanya sudah terbakar," kata Bella kepada awak media.

Dijelaskannya, orang yang pertama kali berteriak kebakaran merupakan tamu yang berkunjung ke gereja untuk berdoa.

"Mereka tamu yang datang berdoa. Waktu saya datang meja altar sudah terbakar semua. Kandang Natal yang berada di samping meja altar juga sudah hangus. Kami ada tiga orang perempuan dan 6 laki-laki," katanya.

Beruntung kobaran api tidak sampai melahap langit-langit mimbar gereja, karena api sudah lebih dulu dipadamkan.

Selain itu, sebanyak 3 buah kursi yang biasa dipakai oleh imam dan pastor serta dua
podium bacaan juga bisa diselamatkan, meskipun pada salah satu kursi tersebut sempat terbakar.

Namun demikian, sejumlah perlengkapan yang berada di altar gereja seperti meja, lilin, buku doa, karpet, kandang natal terlihat hangus terbakar.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Bambang Hari Wibowo, SIK, MSi. melalui Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat AKP Libartino Silaban, SH, SIK, menjelaskan penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengupload atau mengshare foto atau video kejadian ini di medos sehingga dapat membuat keresahan di tengah masyarakat," katanya.

Meski Pandemi Virus Corona masih berlangsung, antusiasme umat Kapela Vinsensius Nonohonis untuk mengikuti perayaan misa malam Natal, Kamis (24/12) malam terbilang sangat tinggi.

Sekitar 500 umat mengikuti perayaan misa Natal yang dipimpin Romo Ade Udjan, Pr. Bahkan, sebagian umat terpaksa harus mengikuti perayaan misa sambil berdiri karena tidak kebagian kursi.

Dalam khotbahnya, Romo Ade mengajak umat untuk meninggalkan "kegelapan" dan hidup dalam "terang". Kegelapan yang dimaksudkannya bukan gelap karena tak ada cahaya, namun sikap manusia yang cenderung merugikan diri sendiri dan orang lain.

Seperti sikap emosi, sombong, dendam, kebencian, menggunakan ilmu hitam, iri dan beberapa sikap lainnya. Sikap-sikap tersebut hanya membawa manusia dalam ketakutan, penderitaan, tekanan dan keresahan.

Saat ini "terang" telah lahir untuk umat manusia. Terang itu adalah Yesus Kristus, yang memampukan manusia untuk keluar dari kegelapan.

"Umat yang suka sombong, iri hati, dengki, pakai ilmu hitam, rakus segera tinggalkan kegelapan itu dan hiduplah dalam terang Kristus," ajaknya.

Pantauan Pos Kupang, setiap umat yang hendak merayakan malam Natal umat wajib mencuci tangan terlebih dahulu. Usai mencuci tangan, mengukur suhu tubuh menggunakan thermogan oleh petugas dari panitia perayaan Natal. (gg/jen/yel/ii/din)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved