Ini Potret Toleransi Kehidupan Beragama di Ngada, Umat Islam Ikut Pam Saat Natal
Ini potret toleransi kehidupan beragama di Ngada, Umat Islam ikut Pam saat Natal
Ini potret toleransi kehidupan beragama di Ngada, Umat Islam ikut Pam saat Natal
POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Perayaan Natal di Kabupaten Ngada berlangsung aman dan lancar, Jumat (25/12/2020). Sejumlah gereja melaksanakan perayaan atau ibadat baik gereja Kristen maupun Katolik.
Semua prosesi kegiatan perayaan Natal dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.
Umat sangat mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga: Dandim dan Kapolres TTS Pantau Misa Malam Natal, Ini yang Dipantau
Pihak keamananpun baik TNI, Polri ikut melaksanakan pengamanan (Pam) di sejumlah tempat ibadah atau gereja.
Tak hanya mereka, umat Muslim dalam hal ini Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kabupaten Ngada di Kota Bajawa juga turut ambil bagian dalam kegiatan Natal.
Mereka berbaur dengan panitia Natal serta anggota TNI dan Polri melaksakan Pam.
Baca juga: Dandim 1612 Manggarai Jelaskan Alasan Patroli dari Gereja ke Gereja Saat Misa Malam Natal
Potret toleransi ini mencerminkan begitu indahnya toleransi antar umat beragam di Ngada.
Mereka tidak segan mengambil bagian dalam proses pengaman. Mengatur lalu lintas dan juga berjaga-jaga dikawasan tempat ibadah.
Perwakilan MUI Ngada, Herdi Rahman, kepada POS-KUPANG.COM menyatakan keterlibatan umat Islam dalam Pam Natal adalah bagian dari wujud nyata toleransi antar umat beragama.
Herdi menyatakan perbedaan itu sangat indah dan kebersamaan harus ditingkatkan dengan melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan seperti ini.
Kata Herdi ketika Idul Fitri tiba, umat katolik seperti Orang Muda Katolik (OMK) itu terlibat dalam pam. Hal itu membuktikan bahwa toleransi umat beragama di Kabupaten Ngada sangatlah indah dan rukun.
"Kami dibagi di beberapa gereja yairu MBC, Sanjose dan Ebenhaezer. Kami pam nanti hingga malam tahun baru. Setiap tahun kami ikut terlibat dan ini wujud toleransi umat beragama di Kabupaten Ngada. Begitu juga saat Idul Fitri, teman-teman ikut Pam. Kita ingin agar tingkatkan budaya toleransi kita," ujarnya.
Ia berharap toleransi yang telag dibina terus ditingkatkan. Sehingga Ngada tetap hidup rukun dan damai.
Sementara itu ketua panitia Natal Gereja Paroki Santu Josef Bajawa, Herdin Ndiwa, menyampaikan perayaan misa Natal berjalan aman dan lancar.
Herdin menyampaikan limpah terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Natal.
Herdin juga menyampaikan terima kasih khusus untuk petugas keamanan, baik TNI, Polri dan umat lintasa agama yang terlibat dalam Pam Natal di Paroki Sanjose Bajawa. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)