Risma Tetap Risma yang Sederhana Meski Sudah Jadi Menteri, Minta Voorijder Kawal dari Belakang
Walikota Surabaya Tri Rismaharini kini mengeman jabatan baru sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia
Risma Tetap Risma yang Sederhana Meski Sudah Jadi Menteri, Minta Voorijder Kawal dari Belakang
POS KUPANG.COM -- Walikota Surabaya Tri Rismaharini kini mengeman jabatan baru sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia
Tugas beras sudah menanti wanita yang biasa di sama Risma ini
Menteri Sosial Tri Rismaharini mewanti-wanti rombongan kendaraan pengawalan voorijder agar mengambil posisi di belakangnya.
Risma mengatakan dirinya kerap blusukan secara tiba-tiba, ketika melihat ada orang yang kesusahan di pinggir jalan.
Kegiatan ini kerap dilakukan oleh Risma selama menjabat Wali Kota Surabaya, dan akan dilakukannya selama menjadi Mensos.
Baca juga: Sandiaga Uno Sudah Kaya Raya yang Capai Rp 5 Triliun, Masih Mau Jadi Menteri, Segini Gajinya
Baca juga: Sinta Bachir Akui Jadi Simpanan Jenderal Bintang 3,Datangi Suami Saat Bersama Istri Sah di Restoran
Baca juga: Kapal Perusak AS Kabur Dikejar Kapal Perang China di Laut China Selatan, Sebelumnya Beri Ancaman ini
Baca juga: Maklumat Kapolri Diterbitkan Tentang Kepatuhan Prokes saat Libur Natal dan Tahun Baru
Baca juga: Kabar Sedih Ikke Nurjana, Kini Terbaring Lemah, Jalani Operasi hingga Gunakan Selang di Hidung
Baca juga: Cantik, Seksi , Tajir Tapi Para Kekasih Jatuh ke Pelukan Wanita Lain, Ternyata ini Kriteria Agnes Mo
"Saya ngomong nanti voorijder-nya di belakang. Kenapa?"
"Soalnya saya kalau lihat sesuatu saya berhenti."
"Pernah di sini saya sampai muter tiga kali."
"Orang itu kenapa ya? Tidur deket sampah. Muter sampai 3 kali aku enggak kuat, enggak bisa, aku turun. Kenapa?"
"Ternyata dia kelaparan," ujar Risma dalam sambutannya pada acara sertijab Menteri Sosial di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020).
Risma menceritakan, kendaraan voorijder kerap meninggalkannya saat dirinya tiba-tiba berhenti di tengah jalan untuk blusukan.
Sehingga, dirinya meminta agar kendaraan voorijder berada di belakang, demi menyesuaikan pergerakan dirinya saat blusukan.
"Makanya nanti kalau voorijder-nya di depan, saya berhenti, ketinggalan voorijder-nya."
"Ini karena memang saya tidak mau berubah. Saya pengin tetap jadi Risma," ucapnya.