Breaking News:

Salam Pos Kupang

Hakekat Natal

DESEMBER. Bulan sukacita, bulan perdamaian. Bulan spesial karena Umat Nasrani merayakan Natal 25 Desember 2020

Hakekat Natal
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - DESEMBER. Bulan sukacita, bulan perdamaian. Bulan spesial karena Umat Nasrani merayakan Natal 25 Desember 2020. Memperingati Hari Kelahiran Yesus Kristus. Isah Almasih. Sang Penyelamat Dunia.

Bagi umat manusia, Natal disebut sebagai penghormatan. Sekaligus perayaan ucapan syukur kepada Sang Sabda. Sebab karena kecintaanNyalah kepada umat manusia sehingga Dia rela memberikan anakNya yang tunggal menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia. Dari dosa.

Dosa kerakusan, kesombongan, ketamakan. Dosa haus kuasa, haus jabatan. Haus pangkat untuk selalu menepuk dada. Dosa korupsi yang tak pernah lekang. Dosa menginjak-injak harga diri orang kecil. Dosa mengutamakan kelompok dan golongan. Dosa mengkultuskan diri dan agama sebagai yang paling benar.

Baca juga: Himne Natal Sedulius

Sudah saatnya semua maksiat itu ditanggalkan. Bertobat. Bersimpuh di hadapan bayi Yesus di kandang hina. Sembari memohon pengampunan agar mengikuti teladanNya. Hidup sederhana. Apa adanya. Mencontohi keluarga Kudus Nasaret. Ini resolusi yang paling tepat untuk kembali ke jalan yang benar agar Natal tahun ini bermakna. Introspeksi diri. Itu hakekatnya.

Tak dapat disangkal, Natal tahun ini berbeda dengan natal tahun-tahun sebelumnya. Juga terasa spesial. Dirayakan di tengah-tengah pandemi corona yang belum mereda. Tak terdengar riuh dan keramaian orang merayakan pesta sukacita ini seperti, misalnya, program Santa Claus yang kebanyakan digelar pranatal untuk membagikan sukacita.

Baca juga: Lesti Kejora: Tercantik

Pun tak ada agenda natal bersama. Semuanya karena harus menaati protokol kesehatan corona agar tidak menjadi korban keganasan Covid-19. Sejatinya memang natal harus dirayakan dalam keheningan. Bukan hingar pingar seperti pertunjukan seni atau kontes musik. Menggelegar. Tuhan Yesus adalah sosok ilahi, bukan duniawi. Karenanya kelahiran Yesus harus dirayakan secara sederhana. Semangat itulah yang harus dimaknai secara hakiki.

Ada makna positif. Dengan Covid-19, kita merayakan natal dengan penuh kekhusukan dalam keluarga. Sesuatu yang selama ini diabaikan. Momen natal dimaknai membawa damai dalam keluarga. Hidup rukun sesama agama maupun agama lainnya. Pererat toleransi, kebersamaan. Bukan sebaliknya mengasah perbedaan menjadi pisau untuk saling membunuh, saling menjegal. Apalagi harus memenggal kepala. Ini semua menjadi jurang pemisah kekudusan Tuhan dengan umat ciptaannya. Harus disingkirkan semuanya. Bertobat!

Patut direnungkan pula, Natal sebagai momen menebar perdamaian. Antara sesama umat bergama maupun antarumat beragama. Pesan ini bisa terwujud jika kita memiliki sikap rendah hati. Penuh kasih kepada seluruh umat ciptaan Tuhan. Orang Kristen adalah ibarat sebuah jalan yang senantiasa dilalui orang, setiap makluk ataupun benda.

Ketika jalan itu dilewati, maka akan ada yang menginjak, mengotori, terkadang merusak. Namun jalan itu tetaplah jalan. Berfungsi untuk menghubungkan daerah yang satu dengan daerah lain, menghubungkan kota satu dengan kota yang lain. Terkadang jalan itu menanggung beban yang sangat berat dan melebihi kemampuannya. Gambaran ini menjadi sebuah kiasan tentang sifat dan perilaku orang kristen, dan sifat seperti inilah yang dikehendaki Yesus. Melalui kerendahan dan ketulusan hati, kita dituntut agar mampu menyalurkan rahmat dan kasihNya kepada seluruh umat manusia. Ini makna Natal yang sesungguhnya.

Ucapkan dan wujudkan selalu perdamaian. Tak perlu ada perdebatan perlu tidaknya umat beragama lain mengucapkan Selamat Natal. Hentikan. Sebab, semua itu dipastikan mendatangkan kecemasan. Terkadang perdebatan itu menjadi polemik yang berkembang dan panjang seiring dengan berjalannya waktu. Kata kuncinya kebersamaan dan kerukunan sangat penting dan berlaku secara universal. Namun umat Kristiani tidak boleh memaksakan kehendak kepada agama lain. Apalagi kelak akan melanggar aqidah, fatwa, keyakinannya, demi untuk menghormati kita. Selamat Pesta Natal. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved