Keluarga Besar Raja Manelima Kamanasa Gelar Ritual Adat
Keluarga Besar Raja Manelima-Kamanasa di Malaka menggelar ritual adat pemindahan benda pusaka leluhur
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BETUN---Keluarga Besar Raja Manelima-Kamanasa di Malaka yang membawahi tiga suku Uma Dato Bot Mane Lima, Suku Mamarilia dan Suku Lianain secara khusus menggelar ritual adat pemindahan benda pusaka leluhur.
Prosesi pemindahan benda-benda pusaka ini dilakukan pasca renovasi Rumah Suku Raja Manelima selesai dikerjakan karena termakan usia.
Hal ini disampaikan Petrus Klau selaku Fukun Uma Dato Bot Mane Lima, Wens Nahak, selaku Fukun Mamarilia dan Leonardus Bere selaku Fukun Lianain usai upacara adat yang digelar, Jumat (18/12) lalu.
Hadir saat ini, Raja Manelima Kamanasa, Agustinus Laku bersama keturunan raja, Jose Naibuti.
Baca juga: Ketua DPP PKB Bocorkan! 6 Menteri Akan Lengser Diganti Anak Muda! Jokowi Beri Kejutan di Rabu Pon?
Dijelaskan Wens Nahak, proses pemindahan benda-benda pusaka warisan leluhur seperti tongkat kerajaan dan peralatan lainnya ini, dilakukan setelah rumah adat besar (Nain Bot) sudah selesai direnovasi.
Sebelumnya, lanjut Wens, telah dilakukan renovasi karena sudah termakan usia. Pada renovasi inipun didahului dengan rapat bersama untuk menentukan tanggal kepastian sehingga ketiga suku pada rumah adat yang ada membangun kembali.
Baca juga: Tim Covid-19 Sumba Barat Pantau 7 Pasien Positip Virus Corona
"Jadi kami bangun tidak asal selera. Semuanya harus meminta restu dulu dari leluhur. Makanya waktu renovasi ada upacara pemindahan barang pusaka ke rumah adat lain dulu dalam kawasan ini. Setelah selesai renovasi rumah adat Nain Bot maka kita gelar upacara ambil kembali benda pusaka ke tempat semula," jelas Wens.
Menurut Wens, saat pemindahan pusaka juga tidak sembarangan orang yang memegang dan itu ditunjuk tepat orangnya. Hal inipun atas restu dari leluhur karena apabila salah orang maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Makanya saat ini kami semua berkumpul bersama raja untuk antar kembali benda pusaka leluhur ke rumah adat Nain Bot dengan ritual adat," katanya.
Tentang sejarah keberaadaan Kerajaan Kamanasa, Wens menegaskan bahwa pusat Liurai Kamanasa sebelumnya ada di Distrik Covalima, Timor Timur. Pasca tragedi di eks provinsi ke 27 RI ini, mereka semua eksodus ke Malaka dengan membawa peninggalan bersejarah dan menempatkannya di Kamanasa sebagai pusat Kerajaan hingga saat ini.
"Kami biasa setahun sekali berkumpul merayakan ritual adat seperti syukuran panenan dan persiapan benih padi. Ada juga kegiatan upacara adat lain bilamana ada hal yang dirasakan perlu dimusyawarahkan maka kami semua hadir di Kerajaan Manelima Kamanasa," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/keluarga-besar-raja-manelima-kamanasa-gelar-ritual-adat.jpg)