UCB Gandeng SEPASI Kolaborasi Penurunan Stunting di NTT
nasional maupun internasional. Meski tak ada fakultas pertanian, kerja sama yang dilakukan bersama SEPASI
Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Rosalina Woso
UCB Gandeng SEPASI Kolaborasi Penurunan Stunting di NTT
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Universitas Citra Bangsa (UCB) kembali mengandeng dunia usaha untuk memajukan Provinsi NTT. Kali ini, bersama Sejati Petani Sorgum Indonesia (SEPASI), UCB menandatangani MoU sebagai bentuk kolaborasi untuk menurunkan angka stunting di NTT.
Rektor UCB Prof Dr Frans Salesman SE MKes mengungkapkan, UCB melakukan berbagai upaya agar bisa mengangkat citra NTT lebih baik baik nasional maupun internasional. Meski tak ada fakultas pertanian, kerja sama yang dilakukan bersama SEPASI merupakan bentuk dukungan yang baik.
"Bersama Fakultas Kesehatan dengan prodi Farmasi sebagai leading, kami akan berupaya membuat berbagai analisis ilmiah tentang kandungan bahan makanan berbahan dasar sorgum ini. Tekad kami selain meningkatkan derajat ekonomi para petani sorgum nantinya, tetapi juga dapat mengeliminasi stuting dari bumi Flobamora ini," jelasnya saat menandatangani MoU bersama SEPASI di Kampus UCB, Rabu (16/12/2020).
Sementara itu, Ketua Umum SEPASI, Lili Sutarli Suradilaga memberikan apresiasi kepada UCB yang memberikan respon dengan cepat. Ia menjelaskan, sorgum memiliki khasiat yang besar dalam mengatasi penyakit Diabetes Melitus (DM). Bahkan, ada testimoni keluarga penderita DM berat yang harus menjalankan cuci darah namun sembuh karena mengonsumsi sorgum secara teratur.
"Semoga UCB sebagai akademisi dapat membantu kami dalam kegiatan paska produksi yaitu lewat riset dan pengembangan berbagai varian produk dari sorgum. Memang benar selain dapat meningkatkan pendapatan petani sorgum, hal ini juga akan berdampak luas bagi sektor lainnya termasuk kesehatan," sebut Lili.
Pelaksana Tugas Harian Kepala Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UCB, Vinsen Belawa Making menambahkan pihaknya akan mengawal perjanjian tersebut secara baik agar tidak hanya sebatas wacana di atas kertas.
Baca juga: Di Sumba Timur - 350 Personel Gabungan Siap Amankan Nataru
Baca juga: Promo Indomaret 21 Desember 2020, Beli Hit 600 Ml GRATIS Hand Sanitizer, Bimoli 2L Hanya Rp 21.300
“Kami akan terus berkoordinasi agar hal ini tidak hanya sebatas tanda tangan lalu selesai. Kami harus wujudnyatakan dalam tindakan nyata. Kami punya lahan percontohan di Oematnunu milik Pembina Yayasan Pa Paul Liyanto di Oematnunu sebesar 52 hektar. Setelah ini, kami langsung terjun ke lokasi untuk proses penanaman. Setalah itu hasilnya akan kami kembangkan dalam berbagai varian produk dengan label UCB dan perusahaan. Ini komitmen kami dan sudah sesuai dengan pemikiran Menteri Pendidikan yang baru, dengan konsep kampus merdeka dan merdeka belajar," tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)