AKHIRNYA TERBONGKAR! Kotak Amal Ternyata Digunakan Untuk Mendanai Terorisme, Begini Kata Mabes Polri
Aparat kepoilisian mengungkapkan bahwa kotak amal itu telah disalahgunakan. Secara diam-diam, kotak amal itu digunakan untuk kegiatan terorisme.
Hal itu bisa menjadi pegangan untuk menerima atau menolak permohonan.
“Kan keliatan tuh, mana yang meyakinkan mana yang mencurigakan,” kata Tejo.
Tejo sendiri sejauh ini belum pernah mendapat permintaan untuk menempatkan kotak amal di warteg miliknya oleh yayasan tertentu.
Ia pun tidak menolak apabila ada permintaan semacam ini.
“Kalau jelas, kenapa nggak? Kan itung-itung amal ibadah kita juga. Tapi sejauh ini sih belum ada,” ungkapnya.
Sebelumnya Mabes Polri mengungkap adanya 20.067 kotak amal yang tersebar di wilayah tertentu di Indonesia untuk memberikan dana bagi kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI).
Kotak amal itu disebarkan di Jakarta, Lampung, Malang, Surabaya, Temanggung, Yogyakarta, dan Semarang dengan memiliki ciri-ciri seperti kotak kaca dan rangka aluminium.
Sementara kotak amal lainnya disebar di wilayah Solo, Sumatera Utara, Pati, Magetan, dan Ambon dengan memiliki ciri-ciri yakni rangka kayu.
Ciri-ciri Kotak Amal yang Dipakai Kelompok Teroris
Polri mengungkapkan ciri-ciri kotak amal yang diduga menjadi sumber pendanaan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI).
Hal tersebut diketahui berdasarkan keterangan salah satu tersangka bernama Fitria Sanjaya alias Acil, pimpinan Yayasan Abdurrahman Bin Auf (ABA).
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, yayasan tersebut terafiliasi dengan organisasi teroris Jamaah Islamiyah.
Dia bilang, ada dua bentuk kotak amal yang dapat diidentifikasi.
"Ciri-ciri kotak amal yang diketahui, pertama, kotak kaca dengan rangka alumunium untuk wilayah Jakarta, Lampung, Malang, Surabaya, Temanggung, Yogyakarta, dan Semarang," kata Argo lewat keterangan tertulis, Kamis (17/12/2020).
Selain itu, Argo menyampaikan ada dua ciri lainnya yang bisa diidentifikasi masyarakat, khususnya untuk kotak amal berbentuk kaca dan sebarannya.