Karya Satra "Menyelinap ke Amfoang" Siap Dilauncing ke Publik
Hasil karya sastra yang dikemas dalam buku berjudul "Menyelinap ke Amfoang" oleh Paul A. Elliek, salah satu ASN di Kabupaten Kupang
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Hasil karya sastra yang dikemas dalam buku berjudul "Menyelinap ke Amfoang" oleh Paul A. Elliek, salah satu ASN di Kabupaten Kupang, dalam waktu dekat siap dilauncing ke publik.
Karya sastra "Menyelinap ke Amfoang" ini tersaji dalam sebuah buku yang berisi kumpulan cerita pendek (Cerpen) yang ditulis oleh Paul A. Elliek sejak di masa remaja, dibangku sekolah menengah atas hingga bangku kuliah.
Paul A Elliek dalam keterangannya kepada Pos-Kupang, Minggu (13/12) menuturkan, apa yang dirinya sajikan ini sebagai proses kreatif yang diangkat tak jauh-jauh dari realitas kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Atraksi Pasukan Berkuda Pemuda Ratenggaro Meriahkan Launching Livi In Desa Wisata Ratenggaro
Karya-karyanya, bertebaran di edisi minggu harian nasional misalnya, Sinar Harapan dan Suara Pembaruan tak ketinggalan cerpen "Cak" yang ditulis kemudian. Beberapa diantaranya mengalami penyesuaian-penyesuaian seperlunya.
Dijelaskannya, hasil karyanya ini mengutarakan pergulatan hidup kaum muda dalam berbagai dimensi, dalam hubungan dengan orangtua, sahabat, kekasih, orang asing dan berbagai figur yang bersentuhan dengan kondisi kehidupan tokoh utama.
Baca juga: Driver Sehati Berempaty Dengan Pesantren Tarbiyatul Mu Allafin, Tesbatan
Tokoh utama itu bisa jadi mewakili kehidupan seseorang yang nyata, simbolik atau mungkin pengalaman yang dialami seseorang pada suatu ketika.
Dirinya merincikan dalam buku ini terdapat 11 cerpen yang termuat dalam buku ini, yakni: Harapan yang hilang, Natalia, Jalan ke Roma, Matahari pun tenggelam, Pekerjaan untuk ayah, Maut diatas tingkap, Istri, Sasando, Menyelinap ke Amfoang , Pada suatu waktu di Olafulihaa dan Cak. Cerpen terakhir ini merupakan karya penulis yang terbaru.
Mengutip pesan bijak bahwa "Tuhan menyukai cerita, maka diciptakaNya manusia". Karena itu, kata Paul, kehidupan yang dianugerahkan memang penuh dengan tuturan cerita yang tak akan habis-habisnya.
"Kami berencana dalam waktu dekat akan launcing sambil mempersiapkan hal teknis pelaksanaannya. Harapan saya, karya yang saya sajikan ini memberi inspirasi kepada semua kalangan. Mari kita berkarya untuk memajukan dunia sastra kita," harap Paul. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)